PENGEMBANGAN BANDARA NGLORAM KABUPATEN BLORA BUTUH LAHAN 60 HEKTAR


MENDARAT : Beberapa Helikopter mendarat di landasan Ngloram beberapa ketika lalu ketika membawa rombongan berdasarkan Pemerintah Pusat. (infoBlora)

BLORA. Pengaktifan pulang Bandara Ngloram pada Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora akan membutuhkan lahan sekitar 60 hektar. Banyaknya huma yang diperlukan itu lantaran akan adanya penambahan panjang landasan pacu pesawat (runway) di lapangan terbang ini. Landasan pacu yg sudah terdapat baru sepanjang 900 meter.

"Nanti akan ditambah minimal 900 meter lagi," ujar Kepala Bappeda Blora, Samgautama Karnajaya didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Blora, Kunto Aji, kemarin.

Dia menyebutkan, waktu ini sedang dilakukan pendataan lahan. Sebab huma yang diperlukan tidak semuanya milik negara, karena terdapat poly huma milik rakyat yang harus dibebaskan. Tetapi, mengenai jumlah huma milik masyarakat yg harus dibebaskan masih menunggu design mana yang digunakan. "Karena terdapat rancangan landasan pacu akan dibentuk sepanjang 2.200 meter. Itu ialah akan semakin poly huma yg diharapkan," ujarnya.

Jika landasan pacu bandara hanya dibuat 1.800 meter, maka lahan yang diperlukan kurang lebih 40 hektar. Sedangkan lahan yang telah dimiliki pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM seluas 21 hektar. Lahan itu yg sudah dalam syarat lapangan terbang ketika ini. Sehingga masih diperlukan 20 hektar lagi. Tetapi apabila panjang landasan pacu akan dijadikan dua.200 meter maka diharapkan minimal 50 hektar huma tambahan. Sedangkan buat kebutuhan wahana prasarana lainnya butuh huma lebih kurang 10 hektar. "Karena itu pembebasan lahan tambahan nanti seluas 20-30 hektar. Dan itu niscaya akan memakan lahan milik warga ," tambahnya.

Setelah peninjauan di lokasi, tim menurut Kementerian ESDM, Pertamina, pihak perusahaan maskapai penerbangan Pelita Air Service, Kementerian Perhubungan dan lainnya telah memahami kondisinya. Sehingga planning pengembangannya semakin matang nanti rancangannya dibuat. Sementara, Pemkab akan mendukung dengan cara membantu proses pendataan lahan dan proses pembebasan lahannya. "Kalau seluruh lancar, dimungkinkan akhir tahun ini telah proses pembebasan lahannya," tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi serta Informatika (DPPKKI) Blora, Slamet Pamuji berkata, berdasarkan paparan pada rapat yg diikuti, Ngloram akan dikembangkan menjadi Bandara Khusus. Pembangunan ini akan dilakukan PT.pertamina menjadi calon investor pelaksana pembangunan bandara. "Estimasi dananya 124 miliar, dengan porto pemeliharaan sekitar 3,5 miliar per tahun," ujarnya.

Sedangkan operator bandara akan diserahkan pada Pelita Air Service. Apabila pembangunan lancar dibutuhkan bandara sudah bisa beroperasi tahun 2015 mendatang. "Harapan pemerintah dan masyarakat Blora adalah adanya dampak positif dari sisi ekonomi jika bandara sahih-benar beroperasi," katanya. (rs-infoBlora asal : Suara Merdeka)

0 Response to "PENGEMBANGAN BANDARA NGLORAM KABUPATEN BLORA BUTUH LAHAN 60 HEKTAR"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel