5 JENIS PENYAKIT AYAM YANG BERBAHAYA
January 14, 2019
Add Comment
CRD (chronic respiratory disease)
Penyakit pernapasan ini sebenarnya tidak ganas, tetapi bersifat kronis atau menahun sebagai akibatnya dapat belangsung hingga berbulan-bulan. Meskipun angka kematian akibat penyakit ini kecil, namun biasanya diikuti oleh sekunder lain. Penularan terjadi melalui kontak pribadi dengan ayam sakit, pakan, air minum, atau sangkar. Penyakit ini mudah mewabah waktu isu terkini hujan.
Tetelo (new castle disease)
Penyakit ini biasanya ada dengan datang-tiba serta menyerang ayam segala umur. Angka kematian yg ditimbulkannya mampu mencapai 100%. Penyakit ini mudah menular melalui alat-alat kandang dan lantai sangkar yang berdebu, kotor, serta lembap. Sisa pakan atau kotoran yang basah serta berbau pula menjadi pemicu keluarnya penyakit ini.
Pilek (snot/coryza)
Penyakit ini umumnya ada pada peralihan demam isu. Penyebarannya melalui udara dan air minum. Meskipun tidak menyebabkan kematian, kondisi ayam menjadi kurang prima serta bobotnya turun. Penyebab pilek merupakan bakteri Haemophillus galinarum.
Berak kapur (pullorum)
Penularan penyakit bisa diturunkan induk kepada anaknya sebelum menetas, sedangkan penularan berdasarkan ayam lain melalui melalui kotoran, alat-alat, mesin tetas, serta kontak langsung menggunakan ayam sakit. Angka kematian tertinggi terjadi dalam anak ayam sampai mencapai 50%. Namun, ayam dewasa pun bisa terkena agresi penyakit ini.
Berak darah (coccidisis)
Penyakit ini menyerang indera pencernaan, seperti usus halus dan usus buntu. Berak darah akan berkembang biak dan menghambat sel-sel epitel sebagai akibatnya mengakibatkan radang pada usus. Lama-kelamaan indera pencernaan akan rusak, pecah, dan mengeluarkan darah. Penularannya melalui pakan, air minum, peralatan sangkar, kotoran, dan residu pakan yang membusuk. Lantai sangkar basah juga menjadi penyebab munculnya penyakit ini.
( pengepul )
0 Response to "5 JENIS PENYAKIT AYAM YANG BERBAHAYA"
Post a Comment