BURUNG KUTILANG
January 09, 2019
Add Comment
Burung kutilang atau Pycnonotus aurigaster, sanggup dibilang menjadi jenis burung cucak yg paling terkenal di Indonesia. Burung Cucak Kutilang masih dengan gampang dijumpai di beberapa daerah, terutama pada Jawa. Dan nama burung kutilang sendiri relatif populer, terutama menggunakan adanya sebuah lagu bawah umur berjudul “Kutilang”. Nama resmi burung kutilang pada Indonesia ialah Cucak Kutilang. Di Sunda burung berdasarkan famili Pycnonotidae (merbah atau cucak-cucakan) ini dikenal menjadi cangkurileung. Sedang pada Jawa dinamai menjadi ketilang atau genthilang. Dalam bahasa Inggris burung ini diklaim Sooty-headed Bulbul. Nama latin binatang ini adalah Pycnonotus aurigaster (Jardine & Selby 1837) dengan lebih kurang 9 anak jenis yang dikenal waktu ini. Tubuh cucak kutilang ukuran sedang, menggunakan panjang tubuh lebih kurang 20 cm. Sisi bab atas tubuh (punggung dan ekor) berwarna coklat kelabu, sedangkan sisi bawah (tenggorokan, leher, dada, serta perut) berwarna putih keabu-abuan. Memiliki topi, dahi, serta jambul berwarna hitam. Memiliki tunggir (bagian muka ekor) berwarna putih, serta penutup pantat berwarna kuning jingga. Cucak kutilang kerap mengunjungi loka-loka terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukar serta hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 m dpl. Sering jua ditemukan hayati meliar pada taman serta page-laman rumah pada perkotaan. Burung kutilang tak jarang berkelompok, baik waktu mencari kuliner maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun menggunakan jenis merbah yg lain, atau bahkan menggunakan jenis burung yang lain. Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama ialah buah-buahan yg lunak. Cucak kutilang tak jarang menjengkelkan petani alasannya kerap melubangi buah pepaya serta pisang yg sudah masak pada kebun. Namun kebalikannya burung ini menguntungkan petani karena jua memangsa pelbagai jenis serangga, ulat serta aneka hewan mini lainnya yang menjadi hama tumbuhan. Kelompok burung ini acap terbang menggunakan ribut, berbunyi nyaring cuk, cuk, ..tuit,tuit! ; atau bersiul berirama yang terdengar menyerupai ke-ti-lang.. Ke-ti-lang.. Berulang-ulang di atas tenggerannya. Burung Kutilang mempunyai kebiasaan buat berjemur serta mandi embun setiap pagi,hal ini memiliki kegunaan buat menjaga bulunya yang terus di minyaki. Minyak ini asal menurut bab belakang bersahabat ujung ekornya yg berafiliasi dengan badan. Burung Kutilang jua memiliki kebiasaan menaikan jambulnya jikalau bahagia maupun ingin buang air besar . Burung Kutilangpun memiliki masa "Mabung" yaitu saat dimana bulu yg lama rontok serta berganti bulu yang baru. Di waktu Mabung burung Kutilang akan cenderung lebih membisu baik secara bunyi maupun gerakan. Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yg halus. Telur dua atau 3 buah, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, menggunakan puncaknya April hingga September. Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara (kecuali Malaysia), Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra serta Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati pada Kalimantan. Burung cucak kutilang adalah burung orisinil pulau Jawa, Indonesia. Daerah sebarannya meliputi Kamboja, China, Hongkong, Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, serta Vietnam. Di Indonesia dijumpai sebagai burung orisinil di pulau Jawa serta Bali. Sedangkan pada pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sebagai burung feral (dibawa manusia) menjadi output introduksi. Anakjenis (subspesies) cucak kutilang yg dikenal diantaranya: Pycnonotus aurigaster aurigaster (Vieillot, 1818), mendiami Jawa dan Bali. Pycnonotus aurigaster chrysorrhoides (Lafresnaye, 1845), mendiami China bab tenggara. Pycnonotus aurigaster dolichurus Deignan, 1949, mendiami Vietnam Pycnonotus aurigaster germani (Oustalet, 1878), mendiami Thailand (bagian tenggara), Kamboja dan Indochina Selatan Pycnonotus aurigaster klossi (Gyldenstolpe, 1920), mendiami Myanmar bab tenggara serta Thailand bab utara Pycnonotus aurigaster latouchei Deignan, 1949, beredar pada China bab selatan, Myanmar, Thailand, Laos, serta Vietnam Pycnonotus aurigaster resurrectus Deignan, 1952, mendiami Vietnam sebelah utara serta China sebelah tengara Pycnonotus aurigaster schauenseei Delacour, 1943, mendiami Myanmar bab selatan serta Thailand bab barat-daya. Pycnonotus aurigaster thais (Kloss, 1924), mendiami Thailand bab tengah serta tenggara dan Laos bab tengah.
0 Response to "BURUNG KUTILANG"
Post a Comment