LIMNONECTES LARVAEPARTUS JENIS KATAK YANG MELAHIRKAN
January 14, 2019
Add Comment
Djoko Tjahjono Iskandar, herpetolog (ahli katak dan reptil) yang menemukan spesies tadi mengungkap kisah panjang di balik inovasi katak yg beredar di Sulawesi bagian barat serta global itu.
"Sebenarnya, kita sudah menjumpai pertama kali katak itu sejak tahun 1991. Waktu itu terdapat ahli berasal Chicago yang ikut meneliti bersama kita," tutur Djoko yang meneliti katak dan reptil sejak tahun 1975.
Penemuan tidak segera dipublikasikan karena terdapat 2 kasus. Djoko menjumpai sejumlah spesies katak yg mirip sebagai akibatnya jenis katak yang melahirkan itu belum mampu dikonfirmasi menjadi spesies baru.
Permasalahan lain, Djoko belum mengetahui persebaran katak yg melahirkan kecebong serta belum mempunyai jumlah sampel individu dan perjumpaan proses melahirkan yg relatif buat meyakinkan publik.
Djoko pun wajib menunggu beberapa usang untuk memaparkan temuannya. Tahun 1998, dalam sebuah seminar pada Manado, Djoko baru memaparkan pertama kali adanya jenis Limnonectes larvaepartus, namun belum menyebut nama spesies serta proses reproduksinya.
Setelah seminar itu, Djoko beserta tim peneliti lain serta mahasiswanya terus menggali liputan tentang katak tadi. Ia beberapa kali melaksanakan ekspedisi, masuk ke hutan-hutan pada Sulawesi.
"Dari situ saya sebenarnya berencana menulis makalah tebal, 200 page. Tapi kemudian saya mengetahui ada tim peneliti lain yang jua memeriksa spesies yang saya temukan," urai Djoko.
Akhirnya, tahun 2014, lewat kerjasama dengan Ben J Evans berdasarkan McMaster University di Kanada serta Jimmy A McGuire dari University of California pada Berkeley, Djoko merasa perlu buat memublikasikan temuannya.
Untuk mengidentifikasi menjadi spesies baru, bukan hanya ciri-ciri fisik yang digunakan, tapi jua analisis molekuler yang mengungkap kekhasan genetik suatu spesies. Data tingkat genetik membuat kebaruan spesies tidak terbantahkan.
Jadilah lalu spesies Limnonectes larvaepartusdipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada 31 Desember 2014 kemudian. Dalam publikasi itu, Djoko menyatakan bahwa katak tersebut merupakan satu-satunya katak pada global yang melahirkan kecebong.
Djoko menceritakan, sepanjang tahun 1991 hingga 2014 lewat beragam ekspedisi, dirinya berhasil menerangkan sebanyak 19 kali bahwa spesies Limnonectes larvaepartus memang sanggup melahirkan.
"Kita pernah amati langsung. Saat dipegang katak itu memang bergoyang-goyang dan akhirnya keluar kecebong," cerita pakar katak yang meraih gelar doktor berdasarkan Université Montpellier dua pada Montpellier Perancis ini.
"Kita juga pernah bedah katak itu. Kita temukan telur yang telah dibuahi dan kecebong. Telurnya lalu kita pindahkan ke gelas plastik dan selesainya dinantikan memang lalu menetas menjadi kecebong," imbuhnya.
Dalam ekspedisi terakhir di Sulawesi sebelum publikasi, Djoko bercerita betapa dirinya harus berjuang ketika menjelajahi hutan. "Maklum sekarang sudah tua," katanya yg kini sudah berusia 64 tahun.
Bersama Evans serta McGuire, Djoko bertahan satu bulan di pada hutan meneliti katak yang mengejutkan dunia itu. "Lutut kadang bengkak. Tapi tua bukan alasan buat tidak masuk hutan," pungkasnya.
Kini Limnonectes larvaepartus masih menyisakan teka-teki. Pejantan spesies itu tak mempunyai penis. Pertanyaannya kemudian, bagaimana sperma bisa disetor ke pada tubuh betina serta membuahi sel telur?
Djoko mengatakan, penelitian masih perlu dilakukan. 'Mungkin kita perlu taruh pada akuarium supaya sanggup diamati. Tapi nir gampang jua membawa spesimen hayati ke luar hutan, apalagi ke Jawa. Kita tunggu terdapat kesempatan dan dana dulu," ucapnya.
//sains.kompas.com/read/2015/01/08/16341071/Kisah.ilmuwan.itb.menemukan.satu-satunya.katak.pada.dunia.yg.melahirkan.kecebong
0 Response to "LIMNONECTES LARVAEPARTUS JENIS KATAK YANG MELAHIRKAN"
Post a Comment