MEMILIH DAN MERAWAT BURUNG MURAI BATU BORNEO

Muray Batu berasal kalimantan ( murai Borneo) adalah jenis burung muray batu yang paling banyak serta gampang ditemukan pada pasar-pasar burung, harganya yang tidak sama dengan burung homogen berasal pulau sumatera memang bisa memikat hati penggemar burung kicauan yang tertarik menggunakan suara kicauannya serta penasaran buat mencoba memelihara burung muray batu ini, tidak sedikit pula penggemar burung yg memang sengaja membeli burung murai batu yg masih dalam kondisi bakalan atau hasil tangkapan hutan meskipun dengan resiko burung tersebut belum memakan voer. Harga murai batu bakalan yang murah memang sanggup menggoda siapapun buat mencoba merawatnya meski kadang harus dibayar menggunakan segala resiko pada perawatannya.



Sudah bukan sebagai misteri umum lagi , jika ada pedagang yg nir jujur dengan mengungkapkan bahwa muray batu borneo yang dijualnya adalah dari dari sumatera ( contohnya lampung atau jambi ) dengan tujuan memperoleh laba, ditambah dengan munculnya modus baru dimana bulu ekor borneo yg berwarna putih tadi dicabut atau diwarnai menggunakan rona hitam sehingga menyerupai muray ekor hitam ( murai blacktail ) nah itulah yg harus benar-benar kita waspadai. Akan tetapi menggunakan pengalaman dan kejelian , kita tentu mampu membedakan mana murai batu berasal berdasarkan sumatera, kalimantan atau ekor hitam, masing-masing memang memiliki kelebihan serta kekurangannya, tetapi menurut segi harga kita harus benar-benar mampu memilih burung yg benar-benar kita inginkan, lantaran poly kekecewaan muncul setelah membeli burung murai batu bakalan yg dianggapnya menjadi murai batu lampung dan dibeli dengan harga yang sangat tinggi tetapi beberapa hari kemudian ternyata burung tadi merupakan murai batu menurut borneo yg secara umum memiliki harga bakalan jauh dari harga pasaran murai batu asal sumatera.
Pemilihan murai batu Borneo bakalan
Memilih bakalan muray batu tentu diperlukan kecermatan, karena burung ini termasuk jenis burung yang rentan stress pada segala kondisinya. Terlebih bila burung yang dihasilkan tadi termasuk burung yang didapat dari output tangkapan hutan, serta sebagai pedoman bagi anda sewaktu membeli burung output tangkapan hutan mungkin mampu mengikuti beberapa catatan berikut ini :

Untuk Muray Batu hasil pancingan dan yang didapat dari cara lainnya misalnya jaring atau getah akan terlihat berdasarkan syarat bulunya yg masih mulus atau rusak. Untuk mb yang didapat berdasarkan hasil jaring atau getah/memulut tentulah bulu-bulunya sedikit tidak beraturan serta poly bulu-bulu yg tercabut dibanding mb hasil provokasi yg cenderung berbulu masih mulus/rapih. Jangan terlalu berambisi melihat muray batu yg selalu diberi makan ulat hongkong sang pedagangnya , lantaran muray tersebut akan cenderung lebih sulit diajari makan purnya ( sanggup memakan waktu usang), pedagang hanya memberikan ulat hongkong dalam mbnya hanya buat tujuan agar bertahan hidup saja sewaktu masih berada ditangan mereka. Yang krusial perhatikan selama ditangan mereka apa kuliner mb tadi apakah pula diberi kroto serta pur yang dicampur atau hanya ulat hongkong saja.ada sebuah mitos atau norma yang lazim dalam kicau mania kita, yaitu nir memberikan jangkrik utuh dalam burung murai batu bakalan, hal ini memang terdapat benarnya lantaran jika kita pikirkan burung bakalan cenderung memiliki sifat ketakutan yg sangat tinggi, dan begitu kita berikan jangkrik utuh pada mereka , kemungkinan besar mereka akan langsugn menyantap serta menelannya menggunakan tanpa terlebih dahulu mematikan atau meratakan bagian tubuh jangkrik tadi menggunakan paruhnya, hal ini tentu akan sangat beresiko bagi murai tersebut, lantaran duri yg terdapat dalam kaki-kaki jangkrik sanggup melukai bagian ekspresi serta tenggorokan si burung, selain itu resiko jangkrik menggigit kembali juga mampu kemungkinan terjadi lantaran si jangkrik ditelan dalam syarat masih segar / hidup-hayati ( nir dalam syarat  lemas / mati ), karena itu memberikan jangkrik sebenarnya tidak berengaruh tidak baik dalam burung murai batu bakalan selama jangkrik yg diberikan sudah dipotong bagian ketua dan kaki-kakinya ( bagian perutnya saja yg diberikan ).pilih burung yang terlihat lincah, matanya melotot serta mengikuti arah tangan kita (gerakan waspada), jangan pilih burung yang terlihat sayu dan mata berair, untuk bunyi cetrekannya pilih yg padat dan keras, dan bulu-bulu yang tidak mengembang dengan sayap yang masih terkempit kedap menandakan burung masih sehat .pilih burung yg selalu bertengger pada tenggeran dan sekali waktu melompat ke sisi jeruji, bukan yg selalu berada dibawah sangkar atau tenggeran apalagi yg selalu mencoba lari kepojok kandang.
Perawatan Muray Batu Borneo Bakalan
Dalam perawatannya ada poly cara bagaimana menciptakan burung muray batu bakalan mau dilatih makan voer, antara lain :

  • Mencampur voer lembut dengan kroto, kemudian dibasahi menggunakan sedikit air serta bagian atasnya ditaburi lagi menggunakan kroto, lakukan selama seminggu atau lebih sampai burung benar-benar mau makan voer total.
  • Mencampur voer lembut menggunakan ulat hongkong yg dipotong kecil-mini yang mampu jua dicampur menggunakan potongan perut jangkrik yang pula dipotong mini -mini , kemudian dibasahi menggunakan air serta bagian atas ditaburi kroto dan diberikan selama seminggu atau lebih hingga burung benar-sahih mau makan voer total.
  • Dalam perawatannya , sewaktu memberikan jangkrik , cobalah masukan 1-2 buah voer ukuran sedang kedalam bagian tubuh berdasarkan jangkriknya kemudian diberikan pada burung.

Proses tersebut bisa memakan ketika lebih cepat atau relatif lama lantaran tergantung menurut kondisi burung tersebut, yang terpenting merupakan selama perawatan serta training makan voer tadi , ketersediaan kroto atau serangga menjadi pakan tambahan mereka wajib selalu tersedia setiap harinya.
Selama pelatihan makan voer tadi usahakan hindari menyimpan burung ditempat ramai atau banyak bunyi burung lain yg keras , guna menghindari burung mengalami stress. Oleh lantaran itulah dianjurkan bila merawat burung bakalan MH burung sebaiknya pada kerodong atau mampu menggunakan menggantung burung ditempat yang tenang dahulu agar sanggup mengikuti keadaan baik dengan sangkar, pakan dan jua kondisi lingkungan sekitarnya serta proses adaptasi inipun umumnya memakan ketika yang relatif usang. 


Hindari memandikan burung yg masih bakalan sebelum mereka sahih-sahih menyesuaikan diri dengan kandang, lingkungan dan suasana sekitar sangkarnya.
Yang krusial merupakan sewaktu kita merawat burung muray batu bakalan , kita jangan terburu-buru ingin mendengarkan suaranya dahulu, hal yang paling primer merupakan membiarkan burung beradaptasi sehingga burung mau dilatih makan pur menggunakan damai serta sesudah burung mau makan pur, anda bisa melatihnya buat berbunyi , misalnya dengan memasternya atau memancingnya buat bersuara.  


Perawatan harian murai batu bakalan


Setelah burung tersebut mau memakan voer nya dengan total, maka perawatan berikutnya tentu lebih mudah, lantaran kita tidak perlu dilanda kegalauan atau kebimbangan lagi jika suatu saat kita kehabisan stok kroto atau ulat hongkong maupun jangkriknya. 


Banyak makanan cara lain lain buat burung murai batu yg sudah dikondisikan buat memakan voernya, contohnya pengganti kroto sanggup menggunakan telur rebus yang sebelumnya mampu diajari dengan mencampur kroto menggunakan telur panaskan ( bebek / puyuh / ayam ) ,sehingga nanti begitu kroto habis kita mampu menggantinya denan telur rebus tadi. Atau pakan serangga alternatif lain yg sanggup diberikan seperti kecoa batu / kecoa dubia, ulat jerman, ulat bambu , ikan cere / ikan gupi , kecebong / anak katak , cacing tanah, dsb.

Untuk perawatan harian supaya burung murai batu bakalan cepat berbunyi adalah dengan memberikan pakan tinggi protein yg relatif untuk merangsang mereka mau berbunyi, karena protein adalah asal menurut kelancaran metabolisme burung.  
Pakan misalnya jangkrik, belalang , telur rebus dan kroto memang merupakan pakan primer pembuat protein, yang pada pemberiannya bisa dilakuka secara bertahap, contohnya :
  • Pagi hari sesudah burung dimandikan, kroto bisa diberikan sebanyak satu sendok teh pada waktu diangin-anginkan.
  • Pada ketika penjemuran, burung bisa diberikan jangkrik sebanyak lima - 10 ekor ( tergantung kondisi burungnya ).
  • Setelah penjemuran burung serta di angin-anginkan pada tempat sejuk , burung bisa diberikan belalang hijau sebanyak dua - tiga ekor saja atau pakan lain misalnya ikan / kecebong / cacing tanah / ulat hongkong. 

Lakukan secara rutin dan berlaku setiap hari agar burung tadi mau benar-benar mengeluarkan bunyi kicauannya, serta sehabis dirasa sudah muali rajin, maka pengaturan setelan pakan mereka sanggup pulang diberlakukan.
Semoga bermanfaat serta Salam Kicau !!!

0 Response to "MEMILIH DAN MERAWAT BURUNG MURAI BATU BORNEO"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel