MEMILIH MERPATI BALAP YANG BAIK
January 09, 2019
Add Comment
Untuk memiliki merpati balap yg baik tentunya wajib mela¬lui banyak sekali proses pemilihan yg ketat: Tidak cukup berasal membeli pada pasaran saja. Saat membeli usahakan calon pemilik telah mengetahui karakteristik-karakteristik merpati balap yang baik. Bila perlu harus menerima secara terperinci fakta keturunan serta prestasi merpati yg akan dibeli menurut pemiliknya. Memilih merpati balap mampu juga melalui induk yg sudah diketahui riwayat prestasinya, kemudian diambil anakannya.
Meskipun sebagian penggemar mengungkapkan menurut bibit yg baik akan membentuk merpati balap unggulan, ternyata nir semuanya sahih. Keturunan hibrida pun buat sebagai merpati unggulan, harus diimbangi kondisi fisik merpati itu sendiri. Kondisi fisiknya wajib memenuhi kriteria khusus, gres diberikan perawatan serta program-program latihan yg relatif memadai. Diharapkan cara ini mampu mengantarkan merpati siap berlaga di arena lomba serta mampu keluar menjadi juara.
Pengalaman penggemar yang tak jarang menjuarai arena balap merpati beropini bahwa faktor keturunan memegang peranan yang sangat tinggi sampai mencapai 70%. Tetapi, apabila tidak mendapat perawatan serta latihan yang baik tentu sulit untuk mencapai prestasi yg aporisma. Sebaliknya, perawatan dan latihan yang telah memadai bila tidak terdapat darah kampiun, pula akan sia-sia.
Ciri-ciri merpati blap yang baik
Untuk menerima merpati balap yang baik, selain faktor keturunan, kondisi fisik juga wajib benar-benar diperhatikan. Penggemar, terutama yg masih pemula, lebih menyukai merpati halap standar. Secara umum karakteristik fisik merpati balap yg baik mirip ini dia.
I. Kepala
Bentuk ketua yang baik yaitu kepala burung merpati yang bangkok, yaitu lonjong tidak terlalu kecil atau akbar. Merpati yg kepalanya terlalu besar tidak sanggup terbang cepat dan ketika tembak (jatuh di tangan joki) terasa lamban. Bentuk leher merpati yg baik yaitu tegak dan pendek atau nir terlalu panjang. Mengingat bila leher merpati panjang akan menyebabkan beliau kurang lincah menengok ke kiri dan ke kanan. I'mruh dan hidungnya kelihatan menyatu jika dipandang berdasarkan samping, bentuk paruh merpati yang diakui anggun yaitu yg ibarat paruh derkuku.
2. Mata
2. Mata
Kebanyakan mata burung merpati balap yg berprestasi ber¬rona kuning serta tampak higienis dengan kornea mata hitam, mini , serta bening. Meskipun demikian, rona mata merah atau putih masih dipercaya baik kalau terlihat higienis dan kornea matanya hitam, kecil, serta bening. Penglihatan dengan bentuk mata seperti ini diakui sangat tajam. Ketajaman mata bagi merpati balap sangat penting. Dengan penglihatan yg tajam begitu dilepas dibutuhkan dia bisa pribadi mengetahui di mana posisi oleh joki yang memegang betina berada. Dengan demikian, pada jarak jauh merpati balap telah melihat posisi joki sebagai akibatnya akan semakin mempercepat terbangnya.
3. Daging
3. Daging
Daging merpati balap yang baik berbeda menggunakan binatang aduan yg memiliki daging keras. Daging merpati penerbang yg cepat dan tangguh ialah yg gembur atau empuk menggunakan bungkus kulit ari yang tipis dan bersih. Badan merpati balap pun terasa ringan meskipun kelihatan besar .
4. Bulu halus
Bulu halus yang baik tampak ibarat sutera yg mengilat. Selain kilauan cahaya yg dipancarkan berdasarkan bulunya, jika dipegang pun terasa mengandung tepung sebagai akibatnya terasa licin. Sepintas bulu tadi kelihatan seakan-akan berminyak. Bila tersiram, air akan sulit melekat padanya. Bulu tadi jua seperti kapas. Ciri ini nir hanya buat merpati balap, namun pula berlaku dalam merpati pos serta kentong.
5. Sayap terbang
Bulu sayap terbang merpati balap terbagi sebagai dua bagian. Bulu-bulu pada ujung sayap sampai ke pertengahan rabat sayap dianggap bulu terbang utama atau primer. Pada merpati balap yang baik berjumlah sepuluh helai (lengkap). Sementara bulu-bulu dari rabat pertengahan sayap sampai ke rabat ketiak dianggap bulu terbang sekunder. Jika syarat sayap merpati balap lengkap, burung ini bisa terbang menggunakan kecepatan penuh. Banyak yg beropini kalau jumlah sayap terbang primer kurang menurut sepuluh helai, usahakan tidak diturunkan dalam lomba. Meskipun demikian, ada beberapa merpati yg bisa memberikan pres-tasi menggunakan jumlah sayap terbang primer kurang menurut sepuluh helai. Namun, tetap diakui bahwa apabila jumlah helaian sayapnya lengkap prestasinya akan lebih baik. Posisi sayap terbang ini harus homogen mulai menurut ujung hingga pangkal, ibarat daun pisang. Bila sayap dibentang tidak terdapat celah dan jaraknya kedap serta sama antara bulu sayap yg satu dengan yang lain sebagai akibatnya kelihatan rapi. Bentuk bulu sayap semacam ini akan membantu kecepatan terbangnya.
6. Tulang sayap
Tulang sayap yang menjadi pangkal kekuatan mengayun waktu terbang nir mampu diabaikan begitu saja. Bagian ini harus benar-sahih dalam kondisi prima. Ciri tulang sayap yang baik berbentuk merit (bagian pangkal besar , semakin ke ujung semakin kecil). Bila tulang sayap bengkok atau lurus, tidak terlalu poly berpengaruh. Tulang sayap yg baik lebih tebal, keras, dan kedap. Merpati yg tulangnya tebal dan keras kebanyakan terbangnya cepat dan tidak mudah lelah. Merpati balap yg bangun tegap sepintas bisa diduga memiliki tulang yang baik.
7. Sendi pangkal sayap
Persendian pada pangkal sayap harus dicari yg bundar dan ukuran antara kiri dan kanan sama atau nir ada disparitas. Untuk mengetahui ciri sendi pangkal sayap yg demikian cukup diraba. Bila terasa tidak homogen (terdapat benjolan), perlu diwaspadai. Bisa-mampu persendiannya tidak dalam posisi yang sebenarnya. Kondisi itu sangat besar lengan berkuasa pada kecepatan terbang merpati.
8. Bulu ekor
8. Bulu ekor
Bulu ekor bagi merpati serta burung lain sebagai kemudi yang memiliki tugas dan akbar lengan berkuasa sangat vital terhadap kemampuan terbangnya. Oleh alasannya yaitu itu, kondisinya wajib dalam keadaan aporisma (lengkap). Bulu ekor merpati balap homogen-homogen berjumlah 2 belas helai dan dalam posisi tidak terbang terlihat mirip jagung yang masih terbungkus kelobot (seludang). Panjang bulu ekor waktu merpati dipegang lebih panjang dari bulu sayap terbang, selisihnya kurang lebih 2 cm. Bulu ekor agak renggang serta tidak saling menempel. Kondisi mirip ini besar lengan berkuasa pada waktu terbang. Ia bisa terbang menggunakan leluasa. Demikian pula bisa mendarat di tangan joki dengan mulus dan tidak terlalu keras.
9. Tulang dada
Bila ingin mempunyai merpati yg mampu terbang tinggi dan rendah harus dipilih yg mempunyai tulang dada lebih panjang hingga mendekati anus. Merpati yg demikian bisa diturunkan dalam poly sekali kategori lomba baik jeda akrab juga jauh. Merpati yang mempunyai tulang dada pendek kesamaan terbangnya tinggi, tetapi kurang menguntungkan jikalau diturunkan pada lomba kelas sprint yg hanya menempuh jeda hingga 500 m.
10. Tulang supit
Bentuk tulang supit ternyata pula menjadi ciri kualitas merpati: baik atau tidak. Merpati yg baik, posisi tulang supitnya sedang, yaitu kurang lebih 0,lima centimeter. Apabila terlalu dekat, ketika terbang kemudian belok, tulang supitnya akan terasa sakit. Sebaliknya, bila tulang supit terlalu lebar mampu mengakibatkan merpati kurang gesit (lincah serta cepat). Selain itu, tulang supit pula wajib keras. Jika tulang supit keras, merpati balap akan sangat keras juga ketika tembak (hinggap) di tangan joki. Bahkan kalau berdekatan dengan versus, keberanian menjatuhkan diri ke tangan sang joki lebih jago lagi.
0 Response to "MEMILIH MERPATI BALAP YANG BAIK"
Post a Comment