MENGECEK JENIS KELAMIN BURUNG DENGAN PENDULUM

Bingung memilih burung jantan atau betina? Coba salah satu tips cara lain pada bawah ini yang acapkali pula dipakai para penggemar burung kicauan pada menentukan jenis kelamin burung apabila diharapkan. 


Banyak cara memilih jenis kelamin menurut seekor burung, cara-cara tadi umumnya dipengaruhi dari warna bulu, warna spesial berdasarkan galat satu anggota tubuhnya, bentuk serta berukuran tubuh dan kepala, panjang kaki, hingga menguji kerenggangan berdasarkan supit udang burung.

Tapi bagaimana bila kita sahih-benar mengalami kemandegan pada memilih jenis kelamin burung tadi? Jalan terakhir adalah merawat terus burung tadi serta terus memantau apakah burung tersebut bakal gacor atau malah bertelor. Namun dalam kali ini, kita akan memulai pembahasan mengenai pemilihan sexing burung dengan metode pendulum.
Sebelum mengulas lebih lanjut dan sebelum hal ini menjadi pro serta kontra disini saya jelasakan bahwa keberhasilan menurut metode pendulum ini lebih kurang 70:30 dan keakuratan hasilnya tergantung menurut gelombang pikiran berdasarkan yg memegang pendulum tadi, dalam artian jika kita ingin menentukan apakah burung tadi jantan atau betina dan lantaran sewaktu kita mencobanya dengan pendulum pikiran kita menginginkan burung tersebut merupakan jantan maka yg terjadi adalah hasil menurut metode tersebut adalah burung jantan, walupun burung tadi kenyataannya adalah burung betina. Bagaimanapun metode ini hanyalah menjadi galat satu alternatif saja bukan menjadi penentu akhir apakah burung tersebut jantan atau betina.
Metode untuk memilih jenis kelamin pada burung terdapat tiga jenis secara garis besar , yaitu:
1. Melihat fisik (Visual)
2. Tester atau DNA
3. Getaran Manetik (Pendulum)
Penentuan jenis kelamin menggunakan melihat fisik atau Visual kadang acapkali terjadi kesalahan antara orang yang satu dengan yg lain yg bisa tidak sinkron penilaian. Metode ini perlu pengalaman yang tinggi.
Dengan tester atau DNA, metode ini perlu pengeluaran beaya yg tinggi atau buat membeli alatnya, serta tidak significan menggunakan harga beaya burung, umumnya orang ragu menentukan jenis kelamin dalam waktu burung masih bahan atau belum suara.
Metode cara lain yg lain merupakan Metode Magnetik atau Pendulum, metode ini berprinsip dengan kaidah:

  1. Gravitasi Bumi
  2. Magnetik Bumi

Metode Sexing/Pendulum/Magnetik
Konsep dasarnya merupakan gaya tarik menarik dan tolak menolak
Tarik-menarik dalam fenomena ekamatra berarti gaya buat saling mendekat satu sama lain. Dalam bidang fisika tiap benda selalu mempunyai gaya tarik menarik dengan benda yang lain. Misalnya partikel satu dengan partikel lain selalu akan saling tarik-menarik.
Contoh paling sederhana adalah serbuk yg ditaburkan pada atas air di pada gelas, usang kelamaan serbuk ini akan melekat ke pinggir (pada gelas). Contoh lain yang dikemukakan sang Sir Isaac Newton bahwa benda apapun di atas udara akan ditarik oleh bumi. Hal ini poly dikenal sebagai kenyataan benda jatuh.
Teori ini kemudian dikembangkan lagi bahwa setiap benda angkasa akan saling tarik-menarik, dan ini mampu dibuktikan mengapa bumi wajib berputar mengelilingi mentari buat mengimbangi gaya tarik-menarik bumi-matahari. Meteor yang mendekat ke bumi pada perjalanannya di ruang angkasa akan tertarik jatuh ke bumi, adalah model yg lain.
Gaya tarik menarik ini mampu terjadi di antara:

  1. Dua benda/partikel apapun (aturan Newton) atau hukum gravitasi
  2. Dua benda yg bermuatan magnetik Utara serta Selatan (lihat bagian magnit)

3. Dua benda yang bermuatan listrik positif dan negatif.
 

Lawan dari gaya tarik-menarik ini adalah gaya tolak-menolak. Jenis gaya tolak-menolak sanggup terjadi pada:
  • Dua benda yang bermuatan magnetik yg sama (sama-sama Utara atau sama-sama Selatan)
  • Dua benda yg bermuatan listrik yang homogen (sama-sama positif atau sama-sama negatif).
  • Dua atom yg berdekatan dalam jarak kurang berdasarkan diameter atomnya.
Metode magnetik bumi digunakan oleh orang Tiongkok kuno. Teori Tiongkok antik berbeda menggunakan medis, teori medis menggunakan genre darah sebagai acuannya, sedangkan teori Tiongkok antik (Pendulum) impuls-impuls saraf serta impak HORMONAL.
Peralatan dg Metode Pendulum:
1. Benang yang dipakai tidak terlalu panjang, kurang lebih 30-40 cm
2. Bandul, dpt memakai logam.
Cara mengujinya:

  • Pegang burung dg tangan kiri atau kanan
  • Benang diikat (Tidak dipegang tangan), bisa kita menggunakan pohon yang tidak terdapat besi pada sekitarnya.
  • Bandul diarahkan pada ketua bagian belakang dg jeda +/- 0.lima centimeter

Hasil Gerakan:
1. Gerakan bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur.
Jika hasilnya gerakan adalah ini, maka burung kemungkinan akbar berjenis kelamin jantan. Gerakan ini adalah gerakan tarik menarik, kombinasi antara gerakan gravitasi sang bandul, tarik menarik antara kandungan hormon menggunakan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka didapatkan gerakan ini.
Anggap kandungan hormon jantan dominan mengandung ion negatif (-) serta besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sinkron kaidah fisika akan terjadi gerakan tarik menarik yang dimunclkan menggunakan gaya maju bandul bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur atau ke kanan atau ke arah kiri.
2. Gerakan menciptakan bulat atau mendekati lonjong.
apabila output gerakan adalah ini, maka burung berjenis kelamin betina. Gerakan ini adalah gerakan tolak menolak, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tolak menolak antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan pula sang magnet bumi maka didapatkan gerakan ini. 

Anggap kandungan hormon betina secara umum dikuasai mengandung ion positif (+) serta besi bandul secara umum dikuasai mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah ekamatra akan terjadi gerakan tolak menolak yang dimunculkan menggunakan gaya Gerakan membangun bundar atau mendekati oval.
Persyaratan: 

  • Pengujian usahakan tidak dilakukan dalam burung yg belum dewasa, lantaran burung yg belum dewasa kandungan hormonal si burung belum sempurna. Minimal umur 4 bulanan.
  • Saat melakukan sexing dg pendulum ini jauhkan dg benda2 yg bersifat logam/steel (besi), jarak minimal adalah 30 ft (8-10 m). Jarak ini adalah jarak teraman, lantaran tidak interference dg steel/besi disekitarnya. 
  • Gunakan logam mulia utk pengetesan, beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink dsb. Emas atauy jarum peniti bagus. 
  • Sebaiknya jangan dipegang burungnya, lantaran bila burung dipegang disamping mempunyai impak kurang baik terhadap burung, juga akan terpengaruh sang ion listrik yg terkandung dalam diri kita (tangan kita). 
  • Jangan terkena angin, yg akan mempengaruhi gerakan.

Gerakan tegantung menurut kandungan hormnal burung, semakin dewasa atau sempuna kandungan hormonal, gerakan semakin kuat. Metode ini sangat rupawan buat memilih kesiapan si burung buat dilakukan breeding.
Kesimpulan menurut metode pendulum tersebut adalah :

  • Jika pendulum berkecimpung ke satu arah ( kanan serta kiri / maju mundur ) maka burung tersebut merupakan burung JANTAN.
  • Jika pendulum berkiprah memutar maka burung tadi merupakan BETINA.

Selamat mencoba

0 Response to "MENGECEK JENIS KELAMIN BURUNG DENGAN PENDULUM"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel