MESIA TELINGAPERAK SI BURUNG LIMA WARNA
January 09, 2019
Add Comment
Bertubuh kecil dengan corak bulu penuh warna itulah mesia indera pendengaran-perak atau Silver-eared mesia (Leiothrix argenauris) burung pengicau yg generik ditemukan di wilayah Sumatera. Bagi kicaumania, spesies ini lebih dikenal menggunakan sebutan burung pancawarna.
Mesia pendengaran-perak atau pancawarna mempunyai ukuran tubuh sepanjang 18 cm. Di era 1990-an, jenis burung ini kerap dijual bersama-sama dengan burung robin sehingga dianggap pula menggunakan nama robin pancawarna. Dahulu harga pasaran yang sudah gacor paling mahal Rp 50,000,- akan tetapi kini harga bakalan saja bisa mencapai lebih menurut 300.000 rupiah.
Mesia indera pendengaran-perak terdiri menurut 7 sub-spesies dengan daerah penyebaran mulai berdasarkan India, Myanmar, Laos, China, Thailand, serta semenanjung Malaysia. Penyebaran lokal hanya masih ada pada wilayah Sumatera.
Secara umum, burung yang tersebar di Sumatera memiliki disparitas fisik menggunakan yang ditemukan di daratan Asia. Di daratan Asia, mesia telinga perak mempunyai corak hijau zaitun pada bagian tubuh, hitam pada ketua serta perak dalam pipi, dan kuning kehijauan berpadu jingga dalam bagian leher, dahi dan tunggir dan merah dalam pangkal sayap. Sementara jenis yang sama pada Sumatera mempunyai leher, sayap, dahi serta tunggir merah.
Karena adanya disparitas fisik tersebut, mesia telinga-perak yang terdapa pada Sumatera dipisahkan ke pada anak jenis tersendiri. Anak jenis yang ditemukan pada Sumatera bagian barat laut termasuk Aceh yaitu L. Argentauris rookmakeri, sedangkan anak jenis yang masih ada di Sumatera bagian barat yaitu L. Argentauris laurinae.
Mesia pendengaran-perak atau burung pancawarna merupakan burung penetap yang generik dijumpai secara lokal di Pegunungan Bukit Barisan ke selatan pada kisaran ketinggian 600-2200 mdpl. Meskipun belum dikategorkan sebagai spesies terancam punah, namun keberadaannya pada alam kerap menjadi sasaran perburuan dan perdagangan.
Salam kicau.
Mesia pendengaran-perak atau pancawarna mempunyai ukuran tubuh sepanjang 18 cm. Di era 1990-an, jenis burung ini kerap dijual bersama-sama dengan burung robin sehingga dianggap pula menggunakan nama robin pancawarna. Dahulu harga pasaran yang sudah gacor paling mahal Rp 50,000,- akan tetapi kini harga bakalan saja bisa mencapai lebih menurut 300.000 rupiah.
Mesia indera pendengaran-perak terdiri menurut 7 sub-spesies dengan daerah penyebaran mulai berdasarkan India, Myanmar, Laos, China, Thailand, serta semenanjung Malaysia. Penyebaran lokal hanya masih ada pada wilayah Sumatera.
Secara umum, burung yang tersebar di Sumatera memiliki disparitas fisik menggunakan yang ditemukan di daratan Asia. Di daratan Asia, mesia telinga perak mempunyai corak hijau zaitun pada bagian tubuh, hitam pada ketua serta perak dalam pipi, dan kuning kehijauan berpadu jingga dalam bagian leher, dahi dan tunggir dan merah dalam pangkal sayap. Sementara jenis yang sama pada Sumatera mempunyai leher, sayap, dahi serta tunggir merah.
Karena adanya disparitas fisik tersebut, mesia telinga-perak yang terdapa pada Sumatera dipisahkan ke pada anak jenis tersendiri. Anak jenis yang ditemukan pada Sumatera bagian barat laut termasuk Aceh yaitu L. Argentauris rookmakeri, sedangkan anak jenis yang masih ada di Sumatera bagian barat yaitu L. Argentauris laurinae.
Mesia pendengaran-perak atau burung pancawarna merupakan burung penetap yang generik dijumpai secara lokal di Pegunungan Bukit Barisan ke selatan pada kisaran ketinggian 600-2200 mdpl. Meskipun belum dikategorkan sebagai spesies terancam punah, namun keberadaannya pada alam kerap menjadi sasaran perburuan dan perdagangan.
Salam kicau.
0 Response to "MESIA TELINGAPERAK SI BURUNG LIMA WARNA"
Post a Comment