PELAKSANAAN KONKURS PERKUTUT
January 09, 2019
Add Comment
Konkurs merupakan wujud pengukuran estetika bunyi perkutut output peternakan, pemeliharaan, serta perawatan. Konkurs diselenggarakan oleh P3SI. Pelaksanaannya ada beberapa tingkat yang disesuaikan dengan lingkupnya. Penyelengaraan konkurs perkutut diatur sang P3SI (Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia). Organisasi ini bersifat Non politik serta non komersial. Organisasi ini dibentuk menggunakan tujuan diantaranya menghimpun para pelestari perkutut dalam satu wadah organisasi yang teratur, menyebarluaskan kecintaan seni bunyi perkutut, berbagi ilmu pengetahuan perkutut (termasuk peternakan, pelestarian, serta penjurian), menanamkan rasa setia mitra san semangat gotong royong di antara penggemar perkutut, serta menyelenggarakan konkurs perkutut secara terjadwal serta teratur.
Kedudukan pengurus pusat P3SI di ibukota (Jakarta). Pengurus sentra membangun koordinator daerah (Korwil) pada setiap propinsi, kordinator daerah (Korda) pada setiap kotamadya dan kabupaten, serta Sub-korda di setiap kecamatan. Saat ini, anggota P3SI tersebar di 16 propinsi, 75 Dati II (kabupaten dan kotamadya).
Pelaksanaan konkurs perkutut meliputi rapikan cara penyelenggaraan, rapikan cara penjurian, serta sistem penilaian bunyi perkutut. Keseluruhannya dihimpun dalam satu ketetapan, yaitu Tata cara konkurs serta penjurian P3SI. Jenjang konkurs menurut panduan P3SI dibedakan 4 taraf, yaitu lokal, regional, besar dan nasional.
Konkurs lokal dilaksanakan sang Sub-korda. Penyelenggaraanya dianjurkan sebesar mungkin. Konkurs ini bersifat penggalakan karena diutamakan buat memberi peluang kepada perkutut baru yg belum terlatih. Diharapkan selesainya mengikuti konkurs lokal, nantinya dapat ikut serta pada konkurs regional, besar , serta nasional. Bagi anggota atau penggemar perkutut baru dan penggemar berekonomi lemah, ajang ini adalah kesempatan yang cantik buat latihan bagi perkututnya. Dalam konkurs ini, jumlah kerekan yang dipasang bebas, nir dibatasi, sesuai menggunakan kebutuhan yg ada.
Konkurs regional adalah konkurs yg diselenggarakan buat memperebutkan kejuaraan daerah, seperti piala Bupati, piala Walikota, juga piala HUT Kota setempat. Konkurs ini diselenggarakan oleh Korda. Dalam aplikasi konkurs regional, arena lomba berupa lapangan terbuka, berbentuk blok persegi empat, (5 X 5 atau 5 X 6 m). Tinggi kerekan 7-7,5m. Jarak antar kerekan 4-lima m. Penilaian dipertanggung-jawabkan oleh 3 atau 4 juri penilai yang terdiri berdasarkan 2 ketua juri, dua atau 1 orang dewan juri. Juri tadi dibantu sang penancap bendera yg jumlahnya 4 orang atau sesuai kebutuhan. Perkutut yg dilombakan dianggap berbunyi serta mulai diberi nilai apabila sudah berbunyi berturut-turut sedikitnya lima kali.
Konkurs Besar merupakan konkurs yg diselenggarakan untuk memperebutkan kejuaraan wilayah yang dikaitkan menggunakan peringatan hari-hari akbar nasional, misalnya HUT RI, Hari Pahlawan, Hari Kesaktian Pancasila. Konkurs ini dibedakan 2 jenis, yaitu konkurs akbar terpola serta konkurs akbar atas permintaan Korwil P3SI. Dalam Penyelenggaraannya, lapangan dibagi dalam blok persegi empat berukuran lima m X 5 m atau 6 m X 6 m. Tinggi kerekan 7 - 7,lima m dengan jeda antar kerekan 4 - 5 m. Jumlah kerekan diadaptasi menggunakan kebutuhan. Penilaian dipertanggung-jawabkan sang 4 orang juri penilai, 2 koordinator juri, 1-dua orang dewan juri, serta 4 orang pembantu penancap bendera. Syarat burung mulai diberi nilai adalah sehabis burung berbunyi berturut-turut sedikitnya 8 kali.
Konkurs Nasional dilaksanakan buat memperebutkan kejuaraan taraf nasional, seperti perebutan piala kejuaraan nasional P3SI (Kejurnas), piala hari ulang tahun P3SI serta piala Hari Lingkungan Hidup. Masing-masing konkurs tersebut dilakukan setahun sekali. Sebagai pelaksanaannya yaitu Korda-Korda yg jadwalnya digilir. Subkorda tidak dibenarkan sebagai pelaksana. Konkurs Nasional aporisma terdiri 144 kerekan. Bentuk tiap-tiap blok berupa persegi empat (5 X 5 atau 6 X 6 m). Tinggi kerekan 7 - 7,lima m. Jarak antar kerekan 4-lima m. Penilaian dipertanggung jawabkan sang 4 orang juri penilai, dua orang koordinator juri, dua orang dewan juri, serta dua orang pembantu penancap bendera. Syarat burung berbunyi serta mulai diberi nilai sehabis berturut-turut berbunyi sedikitnya 8 kali. Burung perkutut yang telah menerima juara nasional maupun kampiun akbar nir dibenarkan untuk diikutsertakan dalam kejuaraan konkurs lokal. Dengan adanya perbedaan ketentuan-ketentuan dalam tiap-tiap konkurs, rasa bangga pemilik burungpun akan berbeda-beda bila burungnya menerima kampiun.
Berdasarkan usia dan prestasi perkutut yang disertakan, konkurs perkutut dibedakan atas tiga kelas, yaitu konkurs piyik, yunior, dan senior. Konkurs piyik dalam umumnya digelar pada hari Sabtu sore, menjelang lomba konkurs senior atau yunior yang berlangsung dalam esok pagi harinya. Dengan demikian, konkurs piyik telah berkembang menjadi konkurs sore. Kelemahan konkurs sore buat piyik merupakan poly piyik yang terkena tertekan lantaran syarat fisik yang belum sekuat perkutut dewasa. Selama ini, belum terdapat anggaran standar buat konkurs piyik. Bunyi piyik tidak mungkin gacor seperti perkutut dewasa yang sanggup berbunyi sampai lima-6 kali berturut-turut. Paling banter kemampuan piyik hanya berbunyi dua-3 kali saja
Kedudukan pengurus pusat P3SI di ibukota (Jakarta). Pengurus sentra membangun koordinator daerah (Korwil) pada setiap propinsi, kordinator daerah (Korda) pada setiap kotamadya dan kabupaten, serta Sub-korda di setiap kecamatan. Saat ini, anggota P3SI tersebar di 16 propinsi, 75 Dati II (kabupaten dan kotamadya).
Pelaksanaan konkurs perkutut meliputi rapikan cara penyelenggaraan, rapikan cara penjurian, serta sistem penilaian bunyi perkutut. Keseluruhannya dihimpun dalam satu ketetapan, yaitu Tata cara konkurs serta penjurian P3SI. Jenjang konkurs menurut panduan P3SI dibedakan 4 taraf, yaitu lokal, regional, besar dan nasional.
Konkurs lokal dilaksanakan sang Sub-korda. Penyelenggaraanya dianjurkan sebesar mungkin. Konkurs ini bersifat penggalakan karena diutamakan buat memberi peluang kepada perkutut baru yg belum terlatih. Diharapkan selesainya mengikuti konkurs lokal, nantinya dapat ikut serta pada konkurs regional, besar , serta nasional. Bagi anggota atau penggemar perkutut baru dan penggemar berekonomi lemah, ajang ini adalah kesempatan yang cantik buat latihan bagi perkututnya. Dalam konkurs ini, jumlah kerekan yang dipasang bebas, nir dibatasi, sesuai menggunakan kebutuhan yg ada.
Konkurs regional adalah konkurs yg diselenggarakan buat memperebutkan kejuaraan daerah, seperti piala Bupati, piala Walikota, juga piala HUT Kota setempat. Konkurs ini diselenggarakan oleh Korda. Dalam aplikasi konkurs regional, arena lomba berupa lapangan terbuka, berbentuk blok persegi empat, (5 X 5 atau 5 X 6 m). Tinggi kerekan 7-7,5m. Jarak antar kerekan 4-lima m. Penilaian dipertanggung-jawabkan oleh 3 atau 4 juri penilai yang terdiri berdasarkan 2 ketua juri, dua atau 1 orang dewan juri. Juri tadi dibantu sang penancap bendera yg jumlahnya 4 orang atau sesuai kebutuhan. Perkutut yg dilombakan dianggap berbunyi serta mulai diberi nilai apabila sudah berbunyi berturut-turut sedikitnya lima kali.
Konkurs Besar merupakan konkurs yg diselenggarakan untuk memperebutkan kejuaraan wilayah yang dikaitkan menggunakan peringatan hari-hari akbar nasional, misalnya HUT RI, Hari Pahlawan, Hari Kesaktian Pancasila. Konkurs ini dibedakan 2 jenis, yaitu konkurs akbar terpola serta konkurs akbar atas permintaan Korwil P3SI. Dalam Penyelenggaraannya, lapangan dibagi dalam blok persegi empat berukuran lima m X 5 m atau 6 m X 6 m. Tinggi kerekan 7 - 7,lima m dengan jeda antar kerekan 4 - 5 m. Jumlah kerekan diadaptasi menggunakan kebutuhan. Penilaian dipertanggung-jawabkan sang 4 orang juri penilai, 2 koordinator juri, 1-dua orang dewan juri, serta 4 orang pembantu penancap bendera. Syarat burung mulai diberi nilai adalah sehabis burung berbunyi berturut-turut sedikitnya 8 kali.
Konkurs Nasional dilaksanakan buat memperebutkan kejuaraan taraf nasional, seperti perebutan piala kejuaraan nasional P3SI (Kejurnas), piala hari ulang tahun P3SI serta piala Hari Lingkungan Hidup. Masing-masing konkurs tersebut dilakukan setahun sekali. Sebagai pelaksanaannya yaitu Korda-Korda yg jadwalnya digilir. Subkorda tidak dibenarkan sebagai pelaksana. Konkurs Nasional aporisma terdiri 144 kerekan. Bentuk tiap-tiap blok berupa persegi empat (5 X 5 atau 6 X 6 m). Tinggi kerekan 7 - 7,lima m. Jarak antar kerekan 4-lima m. Penilaian dipertanggung jawabkan sang 4 orang juri penilai, dua orang koordinator juri, dua orang dewan juri, serta dua orang pembantu penancap bendera. Syarat burung berbunyi serta mulai diberi nilai sehabis berturut-turut berbunyi sedikitnya 8 kali. Burung perkutut yang telah menerima juara nasional maupun kampiun akbar nir dibenarkan untuk diikutsertakan dalam kejuaraan konkurs lokal. Dengan adanya perbedaan ketentuan-ketentuan dalam tiap-tiap konkurs, rasa bangga pemilik burungpun akan berbeda-beda bila burungnya menerima kampiun.
Berdasarkan usia dan prestasi perkutut yang disertakan, konkurs perkutut dibedakan atas tiga kelas, yaitu konkurs piyik, yunior, dan senior. Konkurs piyik dalam umumnya digelar pada hari Sabtu sore, menjelang lomba konkurs senior atau yunior yang berlangsung dalam esok pagi harinya. Dengan demikian, konkurs piyik telah berkembang menjadi konkurs sore. Kelemahan konkurs sore buat piyik merupakan poly piyik yang terkena tertekan lantaran syarat fisik yang belum sekuat perkutut dewasa. Selama ini, belum terdapat anggaran standar buat konkurs piyik. Bunyi piyik tidak mungkin gacor seperti perkutut dewasa yang sanggup berbunyi sampai lima-6 kali berturut-turut. Paling banter kemampuan piyik hanya berbunyi dua-3 kali saja
0 Response to "PELAKSANAAN KONKURS PERKUTUT"
Post a Comment