PERBEDAAN SEKAM MENTAH DAN SEKAM BAKAR UNTUK MEDIA TANAM
January 14, 2019
Add Comment
Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mentah dan sekam bakar mengandung beberapa unsur kimia penting seperti bisa dilihat pada bawah.
Persentasi Komposisi Kimia Sekam Padi
- Kadar Air 32,40 - 11,35
- Protein Kasar 1,70 - 7,26
- Lemak 0,38 - 2,98
- Serat Kasar 31,37 - 49,92
- Abu 13,16 - 29,04
- Karbohidrat Kasar 33.71
- Karbohidrat Zat Arang 1.33
- Hidrogen 1.54
- Oksigen 33.64
- Silika 16.98
- Pentosa 16,94 - 21,95
- Sellulosa 34,34 - 43,80
- Lignin 21,40 - 46,97
Persentasi Komposisi Abu Sekam Padi
- SiO2 86 - 97,30
- K2O 0,58 - dua,50
- Na2O 0,00 - 1,75
- CaO 0,20 - 1,50
- MgO 0,12 - 1,96
- Fe2O3 0,00 - 0,54
- P205 0,20 - 2,84
- SO3 0,10 - 1,13
- Cl 0,00 - 0,42
Sekam mentah dan sekam bakar sebenarnya sama-sama indah buat tumbuhan tergantung menurut kita menggunakannya.
Berdasar analisis Japkamise Society for Examining Fertilizer and Fodders, komposisi arang sekam paling banyak mengandung senyawa SiO2 sebanyak 52 % dan unsur C sebesar 31 %. Komposisi lainnya merupakan Fe203, K2O, MgO, CaO, MnO dan Cu dalam jumlah yg sangat mini , pula mengandung bahan-bahan organik. Sedangkan menurut analisis Suyekti (1993) sekam bakar mengandung N 0,32 %, P 0,15 %, K 0,31 %, Ca 0,96 %, Fe 180 ppm, Mn 80,4 ppm Zn 14,10 ppm dan pH 6,8.
Sekam padi adalah limbah yg mempunyai sifat-sifat diantaranya: ringan, drainase serta aerasi yang baik, nir mensugesti pH, ada ketersediaan hara atau larutan garam namun memiliki kapasitas penyerapan air dan hara rendah dan harganya murah. Sekam padi mengandung unsur N sebanyak 1 % serta K dua %. Pada umumnya sekam ini dibakar menjadi arang sekam yg berwarna hitam banyak digunakan buat media hidroponik secara komersial pada Indonesia (Rahardi, 1991). Sedangkan arang sekam, dapat mensugesti pH pada media tanam kita.
Sekam padi juga bisa digunakan menjadi media pengganti humus bambu pada flora suplir. Harga satu karung humus daun bambu Rp 1000,- dan satu karung sekam padi Rp 500,- (Utami, 1994). Arang sekam adalah media yg steril sebagai akibatnya sangat cocok buat media tanam hidroponik juga adonan tanah.
Sekam bakar yg biasa kita pakai pula mempunyai tingkat pembakaran yang tidak selaras tergantung penggunaannya. Sekam bakar yang hangus 50% buat media tanam atau dicampur, akan tetapi buat semai bibit, adenium missalnya kurang baik, kedua yang hangus 100% ini baik untk media atau campuran dan pula baik buat semai, lebih steril, soal kelembaban waktu menciptakan nir perlu diperhatikan, akan tetapi ketika aplikasinya ketanaman asal jangan becek aja. Semua tanaman mampu tumbuh baik dg sekam bakar, laba gunakan media tanama sekam bakar merupakan steril, poros, poly unsur hara, ringan buat mobilisasi, akan tetapi harganya terbilang mahal, lantaran proses pembuatanya memakan ketika serta bahan bakar yg banyak.
Soepardi (1983) mengemukakan bahwa kadar kalium pada abu sekam lebih kurang sama menggunakan 30 % K2O. Sistem perakaran flora ditentukan oleh kondisi tanah atau media loka tumbuhnya. Faktor yg menghipnotis pola penyebaran akar diantaranya merupakan penghalang mekanis, suhu tanah, aerasi, ketersediaan air dan ketersediaan unsur hara (Lakitan, 1993).
Kalium berperan sebagai aktivator dari banyak sekali enzim yg esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi, serta aktivator enzim yang terlibat dalam buatan protein serta pati. Kalium pula merupakan ion yang berperan dalam mengatur tekanan turgor sel. Dalam kaitan dengan pengaturan turgor sel tadi, peran yang krusial adalah dalam proses membuka serta menutupnya stomata (Lakitan, 1993).
Jumlah kalium yang terangkut flora sangat tergantung kepada jenis, umur serta sifat tumbuhan. Sebagai ilustrasi tanaman padi menggunakan produksi rendah mengangkut kalium sebanyak antara 30-60 kg/ha, namun pada produksi tinggi angka ini dapat melampaui 250 kg/ha (Nyakpa dkk. 1988).
Karakteristik lain arang sekam adalah sangat ringan (Berat Jenis = 0,2 kg/l), kasar sebagai akibatnya aliran udara tinggi (poly pori), kapasitas menunda air tinggi, berwarna coklat kehitaman sehingga dapat mengabsorbsi sinar mentari menggunakan efektif dan bisa mengurangi dampak penyakit khususnya bakteri (Douglas, 1985). Sedangkan pada sekam mentah sangat berpengaruh dalam cuaca serta kadar air dalam media, dapat menjadi sangat kering dan bisa jua membusuk apabila media terlalu lembab.
Pada sebuah penilitian menandakan impak menurut penggunaan media sekam mentah dan dicampur menggunakan sekam bakar 1:1 mengambarkan perubahan yg relatif signifikan bila dibandingkan menggunakan media yg hanya menggunakan galat satunya. (SUMBER : Wuryaningsih, S. Dan Darliah. 1994. Pengaruh Media Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Pot Spathiphyllum )
Disini mungkin sudah banyak yang telah paham tentang cara membuat sekam bakar dan fermentasi sekam mentah, jadi kami tidak akan membahas soal itu.
Tapi, kami hanya menyarankan buat ikut menambahkan bahan organik lain ketika melakukan proses pembakaran atau fermentasi sekam padi. Agar unsur hara yang terkandung pada sekam tadi lebih banyak dan bisa diserap lebih aporisma oleh tanaman .
by Ke'Ren Dy Achmad
0 Response to "PERBEDAAN SEKAM MENTAH DAN SEKAM BAKAR UNTUK MEDIA TANAM"
Post a Comment