CACING BENALU AYAM
January 09, 2019
Add Comment
Dunia ternak ayam petarung pada negara kita, memang sudah banyak. Hal ini disebabkan lantaran bisnis ayam petarung serta hobby bisa dijangkau masyarakat kalangan bawah, sanggup dipelihara oleh rakyat atau peternak menggunakan huma yang relatif , menyebabkan ternak ayam petarung ini lebih cepat perkembangannya dibandingkan menggunakan perkembangan ternak ikan Arwana Dan Situs Komunitas ayam petarung jua semakin marak . Namun dari mereka, para peternak nir sedikit mengalami hambatan serta rintangan selain harga pakan yang terus naik, obat-obatan yang relatif mahal pula adanya banyak sekali macam penyakit yang acapkali menyerang ternak. Salah satu penyakit pada ayam yang tak jarang ditemui yaitu askaridiasis. Penyakit ini ditimbulkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yg menyerang usus halus serpihan tengah. Cacing ini mengakibatkan keradangan dibagian usus yang dianggap hemorrhagic. Larva cacing ini berukuran lebih kurang 7 mm serta bisa ditemukan diselaput lendir usus. Parasit ini juga sanggup ditemukan dibagian albumen menurut telur ayam yg terinfeksi.
Ascaris lumbricoides
Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan . Spesimen berdasarkan benalu ini kadang kala ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah daerah menurut usus ke oviduct serta bisa masuk ke pada telur dalam ketika pembentukan telur tersebut. Cacing sampaumur mudah dicermati dengan mata telanjang lantaran panjang cacing sampaumur mencapai 0.5 inci sampai 3 inchi.
Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus ayam yang terinfeksi serta akan ikut dimuntahkan bersama kotoranya, Embrio cacing akan terus berkembang dalam telur tadi meskipun tidak akan pribadi menetas. Larva pada telur mencapai stadium infektif pada 2-tiga minggu. Telur yg mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium bisa bertahan sampai 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan sampai 1 tahun bahkan lebih. Hal yang krusial di sini yaitu desinfektan yg digunakan dalam peternakan nir sanggup membunuh/ menghambat telur. Ayam akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.
Ayam yang terinfeksi sang cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan primer yang disebabkan yaitu penurunan efisiensi pakan, namun maut hanya ada dalam abses yang sangat berat.
Pencegahan bisa dilakukan dengan melaksanakan sanitasi kandang menggunakan baik dan pemisahan ayam menurut umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jikalau kandang akan dipakai buat populasi ayam yang baru.sedangkan obat yg digunakan yaitu preparat piperazine yang hanya mampu memutus rantai penularan menggunakan membunuh cacing dewasa. Preparat yg biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 ahad yaitu Piperavaks produksi dari perusahaan Vaksindo. Pemberian obat ini relatif dicampurkan dalam air minum.
- Heterakis gallinae
Parasit ini tidak mengakibatkan akhir yg serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak mengakibatkan tanda-pertanda atau patologi yg signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam dua minggu. Dalam cuaca yg hambar akan membutuhkan ketika yang lebih panjang. Parasit ini sanggup dibasmi menggunakan fenbendazole.
- Capillaria annulata atau Capllaria contorta
Cacing ini acapkali ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini mengakibatkan penipisan serta inflamasi dalam mukosa. Pada system gastrointestinal serpihan bawah, mampu ditemukan beberapa spesies benalu namun biasanya yaitu Capillaria obsignata.
Berbeda menggunakan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan ketika 6-8 hari dan akan sangat infeksius , Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 ahad sehabis infeksi. Parasit ini akan mengakibatkan inflamasi berat dan kadang kala terjadi perdarahan. Erosi dalam usus akan menyebabkan kematian. Problem yang acapkali disebabkan sang benalu ini yaitu penurunan pertumbuhan,
Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang primer. Pemberian vitamin A sanggup menawarkan nilai tambah. Parasit ini sanggup dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.
Secara generik pertanda-indikasi penyakit cacingan pada ayam yaitu sbb:
- badan ayam menjadi kurus
- nafsu makan berkurang
- sayap kusam dan terkulai
- kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah
- pertumbuhan lamban
Penanggulangan yg bisa dilakukan secara umum adalah:
- sanitasi sangkar dengan desinfektan
- pinjaman Caricid pada umur 4-6 ahad menggunakan takaran 3 mililiter/0.tiga liter air buat 10 ekor ayam. Umur lebih berdasarkan 6 ahad diberi takaran 0.6 ml/1 L air buat 10 ekor ayam
- campurkan premix dua.4% ke pada masakan dengan takaran 2.5 kg/kg pakan diberikan selama lima-6 hari
CACINGAN DAN PENGOBATANNYA
Mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh. Sebagian besar obat cacing efektif terhadap satu macam grup cacing, sebagai akibatnya dibutuhkan penaksiran yg paripurna sebelum memakai obat tertentu. Diagnosis dilakukan menggunakan menemukan cacing, telur cacing dan larva pada tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita. Sebagian besar obat cacing diberikan secara oral yaitu dalam ketika makan atau sesudah makan serta beberapa obat cacing perlu diberikan bersama pencahar.
JENIS OBAT
1. Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol
2. Piperazin, Dietilkarbamazin
3. Pirantel, Oksantel
4. Levamisol
5. Praziquantel
6. Niklosamida
7. Ivermectin
Banyak obat cacing mempunyai khasiat yang efektif terhadap satu atau dua jenis cacing saja. Hanya beberapa obat saja yg memiliki khasiat terhadap lebih banyak jenis cacing (broad spectrum) menyerupai mebendazol.
Mekanisme kerja obat cacing yaitu menggunakan Mengganggu proses penerusan impuls neuromuskuler sehingga cacing dilumpuhkan. Mekanisme lainnya dengan merusak masuknya glukosa dan mempercepat penggunaan (glikogen) dalam cacing.
Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena nir menyebabkan maut yang mendadak dan tinggi tampaknya halnya penyakit viral (misal ND atau Al). Padahal penyakit ini mampu mengakibatkan kerugian . Waktu serangannya sulit diketahui, tiba-tiba saja produktivitas ayam menurun. Cacing yang tak jarang menyerang ayam secara generik ada 2 yaitu cacing gilik (Ascaridia sp., Heterakis sallinae, Syngamus trachea, Oxyspirura mansonii) serta cacing pita (Raillietinasp., Davainea sp.) Cacing umumnya menginfestasi ke dalam badan ayam melalui beberapa cara, antara lain melalui telur cacing atau larva cacing yang tergoda oleh ayam, memakan induk semang antara (siput, kumbang, semut dll.) yang mengandung telur atau larva cacing, telur atau larva cacing yang terbawa sang petugas kandang melalui sepatu, pakaian kandangnya atau terbawa terbang oleh induk semang antara, selain itu juga bisa lantaran ransum atau air minum yang terkotori telur cacing.
Telur cacing yg keluar beserta feses menjelma stadium infektif lalu terpengaruhi induk semang antara atau eksklusif masuk badan ayam yang kemudian akan menuju ke daerah yang disukainya (tembolok, usus, sekum atau organ lain) buat berkembang sampai dewasa.
PENGANDALIAN CACINGAN
Pengendalian penyakit cacingan adalah keliru satu usaha buat menerima output yang optimal. Cara yang dilakukan biar peternakan terhindar dari penyakit cacingan yaitu dengan dilakukannya pencegahan yaitu:
1. Pemberian obat cacing. Pengobatan akan sia-sia apabila penyakit cacingan telah parah. Sebaiknya dilakukan pengobatan secara rutin buat memotong daur hayati cacing. Seperti cacing nematoda dengan siklus hidup lebih kurang satu 1/2 bulan, maka diberikan pengobatan 2 bulan sekali, begitu juga menggunakan cestoda. Pemberian obat cacing pada ayam layer sebaiknya diberikan dalam umur 8 ahad dan diulang ,
2. Melakukan sanitasi kandang dan peralatan peternakan mencakup kandang dibersihkan, dicuci dan disemprot dengan desinfektan serta memotong rumput disekitar area kandang
3. Mengurangi kepadatan sangkar, karena sanggup memberi peluang yg tinggi bagi infestasi cacing.
4. Pemberian ransum dengan kandungan mineral dan protein yang relatif untuk menjaga daya tahan badan tetap baik.
5. Mencegah kandang becek, menyerupai menjaga sangkar permanen kering, nir menggumpal dan nir lembab.
Arsip dari : Parasitologi.
Sumber: //papaji.forumotion.com/t584-parasit-cacing-yang-menyerang-ayam
Ascaris lumbricoides
Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan . Spesimen berdasarkan benalu ini kadang kala ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah daerah menurut usus ke oviduct serta bisa masuk ke pada telur dalam ketika pembentukan telur tersebut. Cacing sampaumur mudah dicermati dengan mata telanjang lantaran panjang cacing sampaumur mencapai 0.5 inci sampai 3 inchi.
Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus ayam yang terinfeksi serta akan ikut dimuntahkan bersama kotoranya, Embrio cacing akan terus berkembang dalam telur tadi meskipun tidak akan pribadi menetas. Larva pada telur mencapai stadium infektif pada 2-tiga minggu. Telur yg mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium bisa bertahan sampai 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan sampai 1 tahun bahkan lebih. Hal yang krusial di sini yaitu desinfektan yg digunakan dalam peternakan nir sanggup membunuh/ menghambat telur. Ayam akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.
Ayam yang terinfeksi sang cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan primer yang disebabkan yaitu penurunan efisiensi pakan, namun maut hanya ada dalam abses yang sangat berat.
Pencegahan bisa dilakukan dengan melaksanakan sanitasi kandang menggunakan baik dan pemisahan ayam menurut umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jikalau kandang akan dipakai buat populasi ayam yang baru.sedangkan obat yg digunakan yaitu preparat piperazine yang hanya mampu memutus rantai penularan menggunakan membunuh cacing dewasa. Preparat yg biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 ahad yaitu Piperavaks produksi dari perusahaan Vaksindo. Pemberian obat ini relatif dicampurkan dalam air minum.
- Heterakis gallinae
Parasit ini tidak mengakibatkan akhir yg serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak mengakibatkan tanda-pertanda atau patologi yg signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam dua minggu. Dalam cuaca yg hambar akan membutuhkan ketika yang lebih panjang. Parasit ini sanggup dibasmi menggunakan fenbendazole.
- Capillaria annulata atau Capllaria contorta
Cacing ini acapkali ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini mengakibatkan penipisan serta inflamasi dalam mukosa. Pada system gastrointestinal serpihan bawah, mampu ditemukan beberapa spesies benalu namun biasanya yaitu Capillaria obsignata.
Berbeda menggunakan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan ketika 6-8 hari dan akan sangat infeksius , Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 ahad sehabis infeksi. Parasit ini akan mengakibatkan inflamasi berat dan kadang kala terjadi perdarahan. Erosi dalam usus akan menyebabkan kematian. Problem yang acapkali disebabkan sang benalu ini yaitu penurunan pertumbuhan,
Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang primer. Pemberian vitamin A sanggup menawarkan nilai tambah. Parasit ini sanggup dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.
Secara generik pertanda-indikasi penyakit cacingan pada ayam yaitu sbb:
- badan ayam menjadi kurus
- nafsu makan berkurang
- sayap kusam dan terkulai
- kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah
- pertumbuhan lamban
Penanggulangan yg bisa dilakukan secara umum adalah:
- sanitasi sangkar dengan desinfektan
- pinjaman Caricid pada umur 4-6 ahad menggunakan takaran 3 mililiter/0.tiga liter air buat 10 ekor ayam. Umur lebih berdasarkan 6 ahad diberi takaran 0.6 ml/1 L air buat 10 ekor ayam
- campurkan premix dua.4% ke pada masakan dengan takaran 2.5 kg/kg pakan diberikan selama lima-6 hari
CACINGAN DAN PENGOBATANNYA
Mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh. Sebagian besar obat cacing efektif terhadap satu macam grup cacing, sebagai akibatnya dibutuhkan penaksiran yg paripurna sebelum memakai obat tertentu. Diagnosis dilakukan menggunakan menemukan cacing, telur cacing dan larva pada tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita. Sebagian besar obat cacing diberikan secara oral yaitu dalam ketika makan atau sesudah makan serta beberapa obat cacing perlu diberikan bersama pencahar.
JENIS OBAT
1. Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol
2. Piperazin, Dietilkarbamazin
3. Pirantel, Oksantel
4. Levamisol
5. Praziquantel
6. Niklosamida
7. Ivermectin
Banyak obat cacing mempunyai khasiat yang efektif terhadap satu atau dua jenis cacing saja. Hanya beberapa obat saja yg memiliki khasiat terhadap lebih banyak jenis cacing (broad spectrum) menyerupai mebendazol.
Mekanisme kerja obat cacing yaitu menggunakan Mengganggu proses penerusan impuls neuromuskuler sehingga cacing dilumpuhkan. Mekanisme lainnya dengan merusak masuknya glukosa dan mempercepat penggunaan (glikogen) dalam cacing.
Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena nir menyebabkan maut yang mendadak dan tinggi tampaknya halnya penyakit viral (misal ND atau Al). Padahal penyakit ini mampu mengakibatkan kerugian . Waktu serangannya sulit diketahui, tiba-tiba saja produktivitas ayam menurun. Cacing yang tak jarang menyerang ayam secara generik ada 2 yaitu cacing gilik (Ascaridia sp., Heterakis sallinae, Syngamus trachea, Oxyspirura mansonii) serta cacing pita (Raillietinasp., Davainea sp.) Cacing umumnya menginfestasi ke dalam badan ayam melalui beberapa cara, antara lain melalui telur cacing atau larva cacing yang tergoda oleh ayam, memakan induk semang antara (siput, kumbang, semut dll.) yang mengandung telur atau larva cacing, telur atau larva cacing yang terbawa sang petugas kandang melalui sepatu, pakaian kandangnya atau terbawa terbang oleh induk semang antara, selain itu juga bisa lantaran ransum atau air minum yang terkotori telur cacing.
Telur cacing yg keluar beserta feses menjelma stadium infektif lalu terpengaruhi induk semang antara atau eksklusif masuk badan ayam yang kemudian akan menuju ke daerah yang disukainya (tembolok, usus, sekum atau organ lain) buat berkembang sampai dewasa.
PENGANDALIAN CACINGAN
Pengendalian penyakit cacingan adalah keliru satu usaha buat menerima output yang optimal. Cara yang dilakukan biar peternakan terhindar dari penyakit cacingan yaitu dengan dilakukannya pencegahan yaitu:
1. Pemberian obat cacing. Pengobatan akan sia-sia apabila penyakit cacingan telah parah. Sebaiknya dilakukan pengobatan secara rutin buat memotong daur hayati cacing. Seperti cacing nematoda dengan siklus hidup lebih kurang satu 1/2 bulan, maka diberikan pengobatan 2 bulan sekali, begitu juga menggunakan cestoda. Pemberian obat cacing pada ayam layer sebaiknya diberikan dalam umur 8 ahad dan diulang ,
2. Melakukan sanitasi kandang dan peralatan peternakan mencakup kandang dibersihkan, dicuci dan disemprot dengan desinfektan serta memotong rumput disekitar area kandang
3. Mengurangi kepadatan sangkar, karena sanggup memberi peluang yg tinggi bagi infestasi cacing.
4. Pemberian ransum dengan kandungan mineral dan protein yang relatif untuk menjaga daya tahan badan tetap baik.
5. Mencegah kandang becek, menyerupai menjaga sangkar permanen kering, nir menggumpal dan nir lembab.
Arsip dari : Parasitologi.
Sumber: //papaji.forumotion.com/t584-parasit-cacing-yang-menyerang-ayam
0 Response to "CACING BENALU AYAM"
Post a Comment