CARA MERAWAT BURUNG TLEDEKAN BAKALAN AGAR RAJIN BUNYI
January 09, 2019
Add Comment
Seperti halnya burung murai batu atau kacer, tledekan juga mempunyai naluri menjadi burung petarung atau fighter. Hanya saja, popularitas burung tledekan cenderung meredup beberapa tahun terakhir ini, padahal dulu spesies ini sangat populer di arena-arena lomba. Tledekan kini hanya tinggal menunggu saat saja, meskipun sekarang hanya dipelihara sebagai burung rumahan, namun siapa memahami di tahun depan burung yg populer dengan 'gaya nyeklek' ini mampu balik naik pamornya. Untuk itu, berikut cara merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi.
Salah satu kemungkinan yang sebagai penyebab mengapa popularitas tledekan semakin menurun adalah harga jual yg cukup tinggi. Untuk harga burung yg masih trotolan rata-homogen dibanderol dengan harga Rp 200.000 - RP 300.000 sebuah harga yang dipercaya relatif mahal bagi sebagian besar kicaumania, terlebih lagi ukuran burung ini yang hanya sebesar ciblek.
Namun bukan berarti tledekan tidak memiliki penggemar setianya. Banyak kicaumania yg masih tetap setia memelihara burung tledekan ini, lantaran selain mempunyai bunyi kicauan yang merdu dan penuh variasi, tledekan memiliki gayanya tersendiri yang cukup nyentrik yaitu gaya nyeklek atau gaya mengangkat kepalanya menghadap keatas sambil menggoyangkan lehernya hingga ke belakang sembari berbunyi.
Jika kita berkunjung ke pasar-pasar burung, seringkali kita menemukan burung tledekan yg dijual di sana. Namun sebelum tertarik buat menawarnya, ada baiknya anda bertanya dulu asal usul berdasarkan burung tledekan tadi. Karena pada pasaran tak jarang kita jumpai burung tledekan yang masih dalam kondisi bakalan atau output tangkapan hutan serta burung tledekan bahan yang belum bocor suaranya, serta burung tledekan yg telah gacor. Nah, harga-harga yg ditawarkan tentu tidak sama, begitu jua menggunakan perawatannya yg kentara-kentara tidak selaras.
Perawatan tledekan bakalan hutan supaya burung ini sanggup hayati lama ketika dipelihara pada tempat tinggal maka harus dilatih terlebih dahulu dengan pakan keringnya atau voer, sesudah itu anda mampu merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi.
Untuk melatih burung makan voer mampu disimak lagi tulisannya pada sini:
Setelah burung tledekan mulai menggemari pakan voernya, maka perawatan lanjutannya merupakan sebagai berikut:
Dengan menerapkan metode cara merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi tersebut secara rutin setiap hari, burung tledekan bakalan akan sebagai burung yg rajin bunyi menggunakan gayanya yang khas.
Semoga manfaat
Salah satu kemungkinan yang sebagai penyebab mengapa popularitas tledekan semakin menurun adalah harga jual yg cukup tinggi. Untuk harga burung yg masih trotolan rata-homogen dibanderol dengan harga Rp 200.000 - RP 300.000 sebuah harga yang dipercaya relatif mahal bagi sebagian besar kicaumania, terlebih lagi ukuran burung ini yang hanya sebesar ciblek.
Namun bukan berarti tledekan tidak memiliki penggemar setianya. Banyak kicaumania yg masih tetap setia memelihara burung tledekan ini, lantaran selain mempunyai bunyi kicauan yang merdu dan penuh variasi, tledekan memiliki gayanya tersendiri yang cukup nyentrik yaitu gaya nyeklek atau gaya mengangkat kepalanya menghadap keatas sambil menggoyangkan lehernya hingga ke belakang sembari berbunyi.
Jika kita berkunjung ke pasar-pasar burung, seringkali kita menemukan burung tledekan yg dijual di sana. Namun sebelum tertarik buat menawarnya, ada baiknya anda bertanya dulu asal usul berdasarkan burung tledekan tadi. Karena pada pasaran tak jarang kita jumpai burung tledekan yang masih dalam kondisi bakalan atau output tangkapan hutan serta burung tledekan bahan yang belum bocor suaranya, serta burung tledekan yg telah gacor. Nah, harga-harga yg ditawarkan tentu tidak sama, begitu jua menggunakan perawatannya yg kentara-kentara tidak selaras.
Perawatan tledekan bakalan hutan supaya burung ini sanggup hayati lama ketika dipelihara pada tempat tinggal maka harus dilatih terlebih dahulu dengan pakan keringnya atau voer, sesudah itu anda mampu merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi.
Untuk melatih burung makan voer mampu disimak lagi tulisannya pada sini:
Setelah burung tledekan mulai menggemari pakan voernya, maka perawatan lanjutannya merupakan sebagai berikut:
- Mandikan burung tledekan pada pagi hari lebih kurang pukul 06:30 - 07:00, pemandiannya sanggup menggunakan sistem cepuk atau disemprot.
- Setelah burung dimandikan berikan pakan jangkrik sebanyak 2 ekor
- Kemudian burung dijemur dengan durasi 1 - dua jam, buat trend panas misalnya sekarang ini penjemuran relatif 30 mnt - 1 jam saja.
- Setelah itu, burung dianging-anginkan pada teras rumah atau pada tempat yang sejuk, sembari diberikan kroto segar sebesar 1 sendok teh.
- Lakukan pemasteran.
- Menjelang sore hari atau kurang lebih pukul 14:00 - 15:00, burung diberi pakan ulat hongkong sebanyak 3 ekor
- Menjelang malam hari, sangkar diberikan kerodong lalu burung dibiarkan buat beristirahat sampai pagi hari saatnya pengembunan.
Dengan menerapkan metode cara merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi tersebut secara rutin setiap hari, burung tledekan bakalan akan sebagai burung yg rajin bunyi menggunakan gayanya yang khas.
Semoga manfaat
0 Response to "CARA MERAWAT BURUNG TLEDEKAN BAKALAN AGAR RAJIN BUNYI"
Post a Comment