KIAT MEMBELI PERKUTUT PIYIK DAN MERAWATNYA UNTUK LOMBA
January 09, 2019
Add Comment
Tidak semua piyik perkutut akan memiliki suara mengagumkan dan bisa sebagai juara pada setiap lomba pada waktu umurnya telah dewasa. Termasuk piyik-piyik menurut kandang favorit, bahkan anakan menurut perkutut jawara sekalipun. Sebaliknya, tidak sporadis seekor piyik berdasarkan kandang pasangan biasa-biasa saja nir mempunyai trah juara dan produk dari sebuah peternak kecil, malahan bisa menjadi kampiun pada saat sesudah dewasa nanti. Jadi buat menerima perkutut juara yang dibeli sejak piyik bukanlah pekerjaan gampang, selain unsur kejelian rupanya keberuntungan jua akan menjadi faktor penentunya.
Dibawah ini akan tersaji secara garis akbar dari pengalaman eksklusif serta juga dari asal Majalah Fauna serta Kucica mengenai kiat bagaimana membeli piyik yang berprospek, merawatnya dan menyiapkannya untuk menjadi juara dalam setiap lomba piyik atau dewasa.
Membeli piyik.
Pekerjaan ini nir gampang dan merupakan suatu seni sekaligus bersifat untung-untungan yang relatif mengasyikkan kita menjadi pecinta dan penggemar perkutut.
Alasannya kualitas suara seekor piyik berumur kurang dari 4(empat) bulan, belum menjadi jaminan sehabis dewasa suaranya akan sekualitas sewaktu dibeli. Sering terjadi perubahan seiring bertambahnya umur, sanggup sebagai lebih mengagumkan sanggup pula menjadi lebih jelek bahkan amburadul.
Menurut pengalaman seseorang ahli perkutut hanya 10% piyik berumur dibawah 4(empat) bulan, apalagi dibawah tiga(3) bulan, suaranya akan permanen stabil hingga dewasa nanti. Sebagian besar piyik, suaranya akan mengalami perubahan secara perlahan/sedikit demi sedikit serta baru mulai stabil setelah dewasa sewaktu kira-kira umurnya menginjak 7(tujuh) bulan.
Mengingat membeli piyik susah diperlukan kepastiannya, tidak seorangpun dapat memastikan apakah seekor piyik waktu dewasa nanti sanggup menjadi kampiun atau tidak. Tetapi demikian beberapa pertanda-pertanda serta ciri-ciri generik dan seberapa poly pengalaman kita, paling tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan dan memilih seekor piyik nanti sesudah dewasa bisa bersuara bagus atau nir.
Tanda-pertanda generik itu diantaranya merupakan sbb. :
- Volume bunyi ( besar , mini atau cowong ) dan iramanya ( senggang meliuk-liuk atau rapet misalnya kereta barah ).
- Sementara jalan (ketukan) dobel, satu 1/2 atau dobel plus masih susah diperkirakan akan kemana jadinya pada ketika dewasa nanti, meskipun dalam ketika piyik telah terdengar “ jalannya “.
- Sedangkan suara depan (angkatan) dan ujung (kung) pada umumnya akan mengalami perubahan waktu menjadi dewasa, bahkan ada yang drastis.
Setelah menerima seekor piyik yg kita anggap suaranya cantik, maka selanjutnya merupakan bagaimana piyik tadi dirawat menggunakan sahih, karena perawatan yang keliru atau kurang benar mampu menjadikan fatal diantaranya kualitas suaranya akan rusak pada ketika dewasa nanti.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya sebagai berikut :
- Piyik akan mulai mengalami ganti bulu (rontok/ngurak) pertama dalam umurnya lebih kurang dua.5 bulan yg berlangsung selama sebulan penuh. Dan bulu baru akan paripurna sehabis umurnya kurang lebih tiga.lima bulan. Pada saat masa pergantian bulu inilah piyik perlu mendapat perhatian dan perawatan yang benar.
Saat piyik mulai ganti bulu usahakan dimasukkan kedalam kandang umbaran beserta dengan beberapa perkutut piyik lainnya, selama minimal lebih 2(dua) minggu lamanya piyik-piyik tadi bisa berkiprah lebih leluasa/bebas, sebagai akibatnya bulu-bulu barunya cepat tumbuh serta tubuhnya menjadi bertenaga serta mengagumkan. Selanjutnya bisa diangkat berdasarkan sangkar umbaran untuk dipindahkan ke sangkar soliter baik kandang mahkota maupun kandang piyik biasa selesainya dilihat bulu-bulu barunya mulai penuh dan sempurna.
- Selama di sangkar umbaran perlu setiap sore dikontrol, apakah piyik-piyik tadi sudah sanggup makan atau tidak. Tidak semua piyik tahu persis letak dari tempat makan pada sangkar umbaran yg baru dan asing baginya. Bila temboloknya nir ada kuliner, maka tidak ada alternatif harus dilolohnya. Jika tidak, maka piyik-piyik tersebut akan mangkat kelaparan.
- Pada waktu piyik berumur kira tiga-3.lima bulan suaranya umumnya mulai pecah, terdapat tanda-tanda perubahan menurut suara piyik ke bunyi perkutut dewasa. Perhatikan perubahan volume suaranya apakah dari kecil sebagai akbar atau kebalikannya. Demikian jalan suaranya, apakah tetap stabil misalnya saat masih piyik atau terdapat perubahan misalnya berkurang dari dobel ke satu setengah atau bertambah dari satu setengah ke dobel, serta lain-lain. Juga iramanya, apakah berdasarkan tadinya empuk meliuk-liuk senggang menjadi rapet serta kencang bak kereta api atau kebalikannya makin senggang.
- Selama di sangkar soliter, piyik tersebut dilatih di hanging atau kerek kira-kira 3x seminggu supaya menjadi lebih jinak dan nir liar, disamping buat menempa mentalnya menggunakan belajar menerima terpaan angin keras. Sebaiknya saat melatih adalah sore hari antara jam 16.00 hingga matahari terbenam. Latihan ini dilakukan secara bertahap berdasarkan hanging ke kerekan diubahsuaikan dengan usia piyik tadi.
- Setelah berumur 3.lima bulan piyik-piyik tadi bisa dimasukkan kandang umbaran balik atau permanen dalam kandang soliter mahkota buat dipantau suaranya dan sesekali diikutkan lomba. Bila nir sebaiknya dimasukkan kembali ke kandang umbaran agar dapat berinter-aksi menggunakan lawan jenisnya dan dapat lebih memacu birahinya buat semakin rajin berbunyi.
- Pada ketika piyik berumur 4 bulan akan semakin rajin suara atau menjadi gacor sehabis menemui pasangan tetapnya. Saat inilah waktu yg sempurna buat mengangkatnya menurut kandang umbaran ke sangkar soliter.
Yang jua telah mulai permanen nir berubah merupakan irama bunyi, jalan bunyi dan suara depan dan ujungnya.
Irama suara umumnya akan mengalami penurunan dari awal-awalnya mengalun latif dan nyaman terdengar di telinga waktu gacor berubah menjadi rapet serta nyerocos bak kereta api. Jarak antar ketukan sebagai nir terdapat intervalnya dan suaranya menjadi nir lezat didengarkan.
Yang jua sering terjadi ketika gacor adalah “ patah “ atau suara ujung sebagai pendek dan nir ndelosor lagi, pada hal saat piyik suara ujungnya istimewa. Memang suara ujung ( Kung ) ini yg paling acapkali berubah menurut panjang ndelosor menjadi hanya “ Kuk “ atau bahkan “ patah “.
Perlu sebagai perhatian kita saat membeli piyik bagaimana suara ujungnya ini, yang perlu dipantau apakah ada gejala suaranya kungnya ini “ mandeg seperti pada-rem “ atau nir. Kalau ada kemungkinan nantinya akan berubah sebagai “ Kuk “ atau Kung pendek, walalupun mungkin nir patah. Lainnya bila Kungnya itu tanggal serta habisnya perlahan-lahan, nantinya diperkirakan akan permanen panjang dan ndelosor indah.
Disamping itu yang perlu diperhatikan merupakan kestabilan suaranya, sebab dalam waktu suara gacor itulah kita akan tahu persis kestabilan suaranya. Apakah suaranya akan menjadi drop atau malahan semakin mengagumkan waktu digantang pagi selama kurang lebih tiga(tiga) jam. Bisa dicermati diantaranya menurut jalan suaranya, apakah berubah dari dobel ke secara umum dikuasai satu 1/2 bahkan engkel atau malahan sebaliknya menurut dobel sebagai dobel plus atau setidaknya stabil pada suara doble atau satu 1/2 saja.
Selain jalan suara, yang mampu drop umumnya pula mutu volume bunyi misalnya dari besar cowong mampu menjadi sember tak karuan atau mengecil serta tipis, sebagai akibatnya suara yang tadinya kentara terdengar menjadi sayup-sayup dan akhirnya tidak terdengar sama sekali.
Melatih buat lomba.
Latihan secara intensif telah bisa dimulai saat seekor perkutut piyik berumur 4(empat) bulan dengan cara diantaranya sebagai berikut :
- Menggantangnya pada tiang gantanga setiap pagi selama dua-3 jam bersama dengan perkutut-perkutut lainnya. Bisa dilakukan dirumah dan sebaiknya ditempat lapangan yg tersedia fasilitas gantangan beserta perkutut lain yg disebut dengan Latihan Bersama ( Latber ) routine.
- Melalui Latihan Bersama ini akan dapat dipantau kemampuan kelebihan dan kekurangan yang sebenarnya menurut perkutut kita ini. Juga bisa dipantau sifat serta kebiasaan perkutut kita, hal ini krusial karena setiap burung mempunyai karakteristik yang tidak sama satu dengan lainnya.
- Latber ini penting, selain buat menambah pengalaman dan jam terbang, pula melatihnya buat terbiasa dibawa keluar dengan tunggangan.
- Agar pengalamannya semakin poly dan jam terbangnya meningkat, sekali waktu diikutkan kearena lomba piyik hanging (gantungan) agar terbiasa bercampur menggunakan puluhan bahkan ratusan ekor perkutut lainnya.
0 Response to "KIAT MEMBELI PERKUTUT PIYIK DAN MERAWATNYA UNTUK LOMBA"
Post a Comment