PERJODOHAN PERKUTUT
January 09, 2019
Add Comment
- Suara ke 2 Indukan yg cocok/pas.
- Usia ke 2 Indukan yang harmonis.
- Menentukan jenis kelamin dari kedua Indukan yang sahih.
- Sifat-sifat ke 2 Indukan yang baik.
- Menggunakan sistem yg tepat.
- Kendala-kendala lainnya.
Suara ke 2 Indukan
Untuk mendapatkan hasil yang aporisma yaitu anakan perkutut yang berkualitas, maka kita dituntut buat mengetahui sebesar mungkin teori Crossing baik menurut membaca ataupun pengalaman yg didapat sehari-hari yg hanya dapat diperoleh dari praktek serta memperhatikan hasil produksi melalui jalan yang relatif panjang serta saat yang usang, ketekunan dan kesabaran. Tanpa ini semua, maka hasil produksi berupa anakan perkutut hanyalah merupakan anakan perkutut yg asbun ( berasal suara ) serta tidak akan berkualitas.
Usia kedua Indukan
Yang ideal serta nisbi lebih gampang, usia kedua Indukan seyogyanya seimbang yaitu perkutut Betina lebih tua 1(satu) atau 2(2) bulan dibanding perkutut Jantan, karena umumnya perkutut Jantan lebih cepat dewasa dibanding Betinanya.
Memang mampu atau masih memungkinkan umur keduanya berbeda jauh, namun umumnya selain susah jua banyak kasus yg ada antara lain seringnya berkelahi dan umumnya si Betina akan kalah atau dihajar si Jantan, apalagi bila si Jantan jauh lebih tua ( Silahkan membaca teori Back Cross )..
Mengenai kapan saat usia yg sempurna ke 2 calon pasangan tersebut mulai dijodohkan ? Ada beberapa pendapat yg berbeda satu menggunakan yg lain. Satu pendapat mengatakan usahakan mereka mulai dijodohkan semenjak usia kira-kira tiga.5-4 bulan, sehingga akan lebih mudah jodoh dan sebagai pasangan yang cocok. Disamping tidak terlalu usang kurang lebih dua-tiga bulan lalu pasangan tadi sudah akan mulai bertelor. Pendapat lain berkata usahakan menjodohkan perkutut pada usia sekitar 10-12 bulan, sebagai akibatnya keduanya benar -betul telah matang serta dibutuhkan keturunan anak-anaknya lebih sempurna disbanding pendapat terdahulu yg sering-kali mengalami kegagalan menetas atau lahir cacat.
Menentukan jenis kelamin
Sebelum calon pasangan dijodohkan, wajib dipastikan dahulu bahwa calon pasangan tadi merupakan perkutut Jantan serta Betina. Perkutut dalam usia kurang berdasarkan 4 bulan masih relatif susah untuk menentukan Jantan atau Betina, walaupun ada beberapa cara buat dapat mengetahui hal ini antara lain dengan cara :
- Dari bentuk ketua, kapur disekitar mata, sorot mata, bunyi serta postur tubuhnya.
- Tulang dibawah dubur ( supit urang ) sempit atau lebar.
- Memakai bandul Sibas, dll.
Lain halnya perkutut yg sudah berusia diatas 7 bulan, akan lebih mudah buat memilih jenis kelaminnya baik dengan cara diatas maupun menurut penampilannya yg tak jarang mbekur atau pertanda mengajak kimpoi versus jenisnya bagi si Jantan.
Sifat-sifat ke 2 Indukan
Sebaiknya dapat dipilih calon pasangan yang memiliki sifat yg baik, contohnya si Jantan tidak mempunyai sifat yang sadis pada pasangannya atau si Betina adalah indukan yang rajin bertelor serta mengerami telornya hingga menetas serta menggunakan tabah mengasuh anak-anaknya hingga mencapai usia siap disapih kurang lebih 1.lima bulan.
Memang nir gampang mengetahui sifai-sifat ini sebelum keduanya disatukan, akan tetapi setidaknya menurut sifat Bapak/Ibu dari kedua calon pasangan tersebut bisa ditelusuri, apakah mereka berasal menurut Bapak/Ibu yang sifatnya baik atau nir.
Menggunakan sistim yg tepat
Ada beberapa cara atau sistim buat menjodohkan kedua calon pasangan antara lain sbb. :
- Kedua calon pasangan yang berada pada kandang masing-masing didekatkan setiap harinya sampai terlihat tanda-pertanda mereka telah saling mengenal serta bertenggernya sudah berdekatan. Waktunya sanggup seminggu, 2 minggu bahkan lebih tergantung sifat dan perilaku masing-masing, apakah mereka sudah saling tertarik atau tidak.
- Perkutut Betina dimasukkan kedalam sangkar ternak, ad interim si Jantan juga dimasukkan kedalam sangkar namun masih didalam sangkar terpisah. Perkembangan mereka dipantau sampai diketahui pertanda-indikasi cocok seperti keadaan diatas.
- Beberapa perkutut Betina dimasukkan kedalam sangkar dan bersamaan dimasukkan perkutut Jantan, maka secara alamiah si Jantan akan mencari jodohnya sendiri yg dari seleranya cocok. Kelemahannya belum tentu si Betina yang terpilih suaranya pas buat crossing menggunakan si Jantan, kecuali perkutut-perkutut Betina telah dipilih yg semuanya niscaya pas/cocok.
Masing-masing peternak mempunyai kesukaan sistim yg mana yang akan dipakai terutama diadaptasi menggunakan kondisi sangkar serta tersedianya calon indukan betinanya. Selama ini saya lebih cenderung memilih cara yang pertama dalam uraian tersebut diatas.
Kendala-kendala
Kendala kendala yang kerap dihadapi pada penjodohan perkutut adalah:
- Walaupun sudah dicoba dengan beberapa cara, tetap saja mereka nir mau jodoh. Walaupun hal ini sporadis dijumpai, akan namun bila hal ini terjadi usahakan jangan dipaksakan serta sebaiknya mencarikan jodoh yang lain.
- Mereka telah jodoh, tetapi tidak juga bertelor. Bila hal ini terjadi umumnya penyebabnya adalah si Betina yg kurang subur, mengatasinya menggunakan memberinya tambahan vitamin-E.
- Mereka sudah jodoh, tetapi tidak ada pertanda-pertanda perkimpoian. Jika hal ini terjadi umumnya penyebabnya merupakan si Jantan. Mengatasinya dengan cara yg sama memberinya tambahan vitamin-E kepada si Jantan untuk menambah ereksi.
- Sudah jodoh dan terjadi perkimpoian, tetapi sesudah periode mengeram selesai, telornya nir terdapat yang menetas dengan paripurna.
Kemungkinannya adalah :
- Indukan belum memiliki pengalaman mengeram, sehingga telor acapkali ditinggalkan menurut sarangnya, sebagai akibatnya mengganggu pertumbuhan janin atau mati. Kondisi sangkar yang kurang nyaman, terganggu orang atau hewan juga menyebabkan pengeraman tidak bisa dilakukan dengan baik.
- Perkimpoian antara Jantan serta betina tidak sempurna, bisa ditimbulkan suburnya bulu disekitar dubur si Betina/Jantan, sebagai akibatnya mengganggu proses penyerbukan sperma ke- indung telor. Maka mengatasinya dengan mencabuti bulu kurang lebih duburnya supaya proses perkimpoian berjalan menggunakan baik/paripurna.
- Semula telah kelihatan jodoh, akan tetapi datang-datang si Jantan begitu bernafsu serta mengejar-ngejar si Betina. Cara mengatasinya mampu menggunakan menangkap si Jantan dimandikan atau beberapa bulu sayapnya diikat dengan selotip/karet.
- sumber; berbagai sumber
0 Response to "PERJODOHAN PERKUTUT"
Post a Comment