MENGENAL ENGGANG SI LAMBANG KESETIAAN
January 09, 2019
Add Comment
Burung Enggang atau burung rangkong (Hornbill) adalah sejenis burung yg mempunyai paruh berbentuk tanduk. Nama ilmiahnya merupakan "Buceros" yg merujuk dalam bentuk paruhnya yang pada bahasa yunani berarti tanduk sapi.
ENGGANG LAMBANG KASIH SAYANG DAN KESETIAAN
Burung enggang yg masih muda memiliki paruh serta mahkota berwarna putih dan seiring bertambahnya usia paruh serta mahkotanya tadi akan berubah rona sebagai oranye serta kemerahan, hal ini dikarenakan burung ini sering menggesekan paruh ke kelenjar penghasil rona oranye merah yg terletak pada bagian bawah berdasarkan ekornya.
Burung enggang hidup secara berpasangan dan mempunyai cara berbiak yang relatif unik. Burung Jantan akan membuat lubang ditempat yang tinggi dalam sebatang pohon untuk loka burung betinanya bertelur, serta sewaktu mengeram itulah burung betina akan menutup sarangnya menggunakan dedaunan serta lumpur menggunakan lubang mini untuk loka burung jantan memberikannya makanan.
Burung enggang betina akan bertelur menggunakan jumlah telur kurang lebih lima hingga 6 butir telur pada sarangnya yg tersembunyi tadi dan apabila induk serta anaknya tersebut sudah nir muat lagi pada sarangnya, maka si betina akan memecahkan sarangnya dan merenovasinya agar mampu muat bagimereka. Pada beberapa spesies, kadang anak anak burung itu sendiri yang merenovasi sarangnya tanpa donasi induknya.
Burung enggang ini tergolong dalam grup Bucerotidae yg termasuk 57 spesies dengan sembilan spesis diantaranya asal menurut endemik pada Afrika bagian selatan dan 14 diantaranya endemik Indonesia.makanan mereka adalah buah buahan juga kadal, tikus, ular serta berbagai jenis serangga.
Di antara 14 jenis enggang yg ada pada indonesia ini, enggang gading merupakan galat satu jenis burung enggang yg terbesar dan paling banyak diburu buat diambil paruhnya. Akibat maraknya perburuan buat diambil paruhnya itu, terlebih lagi ancaman menurut kerusakan habitat serta alih fungsi hutan, populasi burung enggang semakin terus menurun hingga dimasukkan dalam kategori burung langka.
ENGGANG LAMBANG KASIH SAYANG DAN KESETIAAN
Burung enggang hidup secara berpasangan dan mempunyai cara berbiak yang relatif unik. Burung Jantan akan membuat lubang ditempat yang tinggi dalam sebatang pohon untuk loka burung betinanya bertelur, serta sewaktu mengeram itulah burung betina akan menutup sarangnya menggunakan dedaunan serta lumpur menggunakan lubang mini untuk loka burung jantan memberikannya makanan.
Burung enggang betina akan bertelur menggunakan jumlah telur kurang lebih lima hingga 6 butir telur pada sarangnya yg tersembunyi tadi dan apabila induk serta anaknya tersebut sudah nir muat lagi pada sarangnya, maka si betina akan memecahkan sarangnya dan merenovasinya agar mampu muat bagimereka. Pada beberapa spesies, kadang anak anak burung itu sendiri yang merenovasi sarangnya tanpa donasi induknya.
Kesetiaan burung jantan pada memberi makan serta menjaga pasangannya selama bertelur hingga mendewasakan anak anaknya tidak hanya hingga disitu, namun sampai seumur hidupnya pasangan ini akan permanen berpasangan. Karenanya burung ini kerap dijadikan sebagai lambang kesetiaan atau lambang kasih sayang.
BERBAGAI MITOS DAN LAMBANG BUDAYA
BERBAGAI MITOS DAN LAMBANG BUDAYA
Dalam budaya Kalimantan, burung enggang (tingan) adalah simbol "Alam Atas" yaitu alam kedewataan yang bersifat maskulin. Bahkan mitos dan cerita dibalik burung enggang ini pun tidak sinkron beda disetiap daerah, salah satu mitos menyebutkan bahwa burung enggang merupakan jelmaan menurut Panglima Burung. Panglima burung adalah sosok yang tinggal pada pegunungan pada pedalaman kalimantan serta berwujud gaib dan hanya akan muncul pada waktu perang.
Umumnya burung enggang dipercaya sakral serta nir diperbolehkan di buru apalagi pada makan. Jika ditemukan terdapat burung enggang yang tewas, bangkainya tidak dibuang, bagian kepalanya akan dipakai buat hiasan kepala, sedangkan kerangka kepalanya akan permanen awet lantaran tulangnya yang keras, serta hiasan kepala inipun hanya boleh digunakan sang orang orang tertentu.
Umumnya burung enggang dipercaya sakral serta nir diperbolehkan di buru apalagi pada makan. Jika ditemukan terdapat burung enggang yang tewas, bangkainya tidak dibuang, bagian kepalanya akan dipakai buat hiasan kepala, sedangkan kerangka kepalanya akan permanen awet lantaran tulangnya yang keras, serta hiasan kepala inipun hanya boleh digunakan sang orang orang tertentu.
Di Kalimantan burung enggang sakti digunakan sebagai lambang wilayah ataupun pula simbol organisasi misalnya pada lambang negeri Sarawak, lambang provinsi Kalimantan Tengah, Simbol Universitas Lambung Mangkurat dan lain sebagainya, sementara dalam budaya Banjar ,burung enggang ini diukir pada bentuk yg tersamar lantaran budaya banjar tumbuh dibawah pengaruh agama islam yg melarang adanya gesekan makhluk bernyawa.
0 Response to "MENGENAL ENGGANG SI LAMBANG KESETIAAN"
Post a Comment