PENYAKIT CUCAK RAWA DAN MENGATASINYA
January 09, 2019
Add Comment
Berikut ini merupakan beberapa jenis penyakit yg lazim masih ada dalam burung Cucak rawa serta beberapa cara bagaimana mengatasinya.
Kerontokan bulu pula dapat terjadi lantaran dicabuti oleh burung lain atau sang burung itu sendiri. Bila hal ini terjadi, pertama-tama harus dicari penyebabnya, apakah lantaran kutu, caplak atau sejenis jamur yg mengganggunya. Jika penyebabnya adalah kutu, caplak atau sejenis fungi, berikan semprotan obat pembasminya yang berkadar rendah pribadi dalam bulunya menggunakan menggunakan sprayer. Lakukan dengan hati-hati, lantaran semprotan ini dapat menyebabkan burung ini mabuk.
Selain karena kutu-kutu tadi, sering terjadi burung-burung mencabuti bulunya sendiri atau bulu temannya. Untuk mencegah hal ini terjadi, berikan obat anti kanibal yg dicampurkan ke pada pakan atau air minumnya.
Bulu Rontok
Seperti dalam jenis unggas lain, setiap satu tahun sekali, Cucak Rawa akan mengalami pergantian bulu serta umumnya terjadi sehabis trend kawin. Di dalam sangkar penangkaran, perkawinan diupayakan lebih berdasarkan satu kali dalam setahunnya. Dalam keadaan misalnya ini umumnya bulu-bulu burung akan tanggal dengan sendirinya, namun lalu akan tumbuh bulu baru menjadi penggantinya. Pergantian bulu ini nir perlu dicegah, lantaran merupakan proses alami yg wajib terjadi dan buat pemugaran masa yang akan tiba. Biasanya semakin bertambah usia, bulu burung akan tampak semakin indah serta paripurna.Kerontokan bulu pula dapat terjadi lantaran dicabuti oleh burung lain atau sang burung itu sendiri. Bila hal ini terjadi, pertama-tama harus dicari penyebabnya, apakah lantaran kutu, caplak atau sejenis jamur yg mengganggunya. Jika penyebabnya adalah kutu, caplak atau sejenis fungi, berikan semprotan obat pembasminya yang berkadar rendah pribadi dalam bulunya menggunakan menggunakan sprayer. Lakukan dengan hati-hati, lantaran semprotan ini dapat menyebabkan burung ini mabuk.
Selain karena kutu-kutu tadi, sering terjadi burung-burung mencabuti bulunya sendiri atau bulu temannya. Untuk mencegah hal ini terjadi, berikan obat anti kanibal yg dicampurkan ke pada pakan atau air minumnya.
Berak Darah
Burung tampak lesu, bulu kusut, sayap ke bawah, mata tertutup, mencret, tinjanya encer, dan bila sudah parah sering berwarna kemerahan karena darah, nir mau bertengger serta akan duduk di lantai kandang. Jika ini terjadi, maka Jauhkan burung sehat berdasarkan burung yang sakit, agar tidak tertular melalui kotoran, dan bersihkan kandang dari kotoran yang menumpuk serta residu pakan yang basi. Jaga kesehatan burung supaya jangan sampai terganggu pencernaannya, karena penyakit ini menyerang usus higga menyebabkan peradangan, luka serta mengeluarkan darah.
Pengobatan:
Bila menghadapi keadaan seperti ini segera pisahkan burung ini dan tambahkan ke dalam kandang karantina. Kurangi porsi makannya supaya ada kesempatan buat menyembuhkan usus yg terluka, dan berikan makan yang halus. Berikan minum Coxilin atau Sulfaquinoxilin serta masukkan vitamin ke dalamnya. Dapat jua dengan menaruh kapsul Terafit, yg harus dimasukkan ke dalam mulutnya.
Gangguan Pencernaan
Seperti dalam gejala berak darah, ditambah menggunakan gerakan berjingkat-jingkat sewaktu buang kotoran. Ada tiga kemungkinan pada gangguan pencernaan ini, mungkin berak darah, berak kapur atau susah buang kotoran. Jika ini terjadi, Hindarkan pakan yg bisa mengganggu serta merusak pencernaan, lantaran burung ini memang mempunyai system pencernaan yang kurang baik. Jagalah kebersihan sangkar, berikan relatif air minum dan sekali waktu berikan papaya buat melancarkan pencenaan. Hindarkan makanan yg bisa menghambat pencernaan burung, misalnya kaki serangga, sayap serangga atau biji butir yang keras contohnya biji butir jambu batu atau pisang batu.
Pengobatan:
Bila burung terkena penyakit berak darah atau berak kapur, lakukan misalnya yg diuraikan pada atas. Namun jika burung mengalami susah berak, umumnya ada kotoran yg tertahan sampai beberapa hari, serta burung akan nampak menderita lantaran sakit.
Masukkan air sabun ke dalam duburnya melalui spuit (indera suntik) yg sudah diambil jarumnya. Air sabun akan memudahkan serta melancarkan saat burung akan buang kotoran atau berak. Berikan makan papaya supaya membantu pencernaan dan taburkan batuan mini serta kerikil batu apung.
Radang Mata
Mata membengkak serta mengandung air, mungkin dapat menyebabkan matanya melekat sebagai akibatnya sukar dibuka. Sehingga kurang bergairah serta tampak galau apabila didekati. Bila ini terjadi, Usahakan supaya tidak banyak angin yang masuk ke dalam kandang. Asap yang masuk ke pada sangkar juga bisa menjadi penyebab, atau masuknya benda asing ke mata, misalnya pasir, serbuk atau debu.Pengobatan:
Periksalah keadaan mata, bila bengkak atau infeksi berikan salep mata. Namun bila nir, cukup cuci dengan obat pencuci mata atau obat tetes mata. Usahakan supaya burung tidak mendapatkan banyak sinar surya yang menyilaukan atau adanya pantulan benda seperti kaca, seng yg baru, warna putih tembok atau rona lain yang merangsang. Warna benda serta cat sekeliling kandang penangkaran akan berpengaruh terhadap kesejukan serta kenyamanan, sehingga menciptakan kerasan bagi penghuninya.
sisik dalam kaki
pada seluruh burung, kaki yang bersisik adalah proses yang lumrah. Akan namun, keadaan ini acapkali diartikan sebagai tanda bahwa burung tadi telah tua atau terkadang malahan dipercaya sebagai biang kekurang menarikan burung tadi. Hal tadi tidaklah sepenuhnya benar.
a. Penyebab
sisik pada kaki Cucak Rawa umumnya kan muncul setelah usianya tua. Namun, bila baru dipelihara 3-4 tahun ada beberapa kemungkinan yang menyebabkannya.
1) burung terlalu liar serta banyak bergerak
2) sangkar yang digunakan kurang memadai
3) jarang dimandikan atau memandikannya kurang baik
4) terdapat gangguan berupa parasit menjadi dampak kebersihan yg kurang terjaga.
Dari beberapa kemungkinan tsb diatas, faktor ke 1 serta 4 adalah faktor yang paling generik kita jumpai.
b. Pencegahan dan pengobatan
timbulnya sisik ini tidak bisa dicegah, tapi hanya diminimalisir atau diperlambat melalui cara-cara :
1) tidak memaksanya buat cepat jinak
2) burung dewasa yg liar letakkanlah ditempat yg relatif tinggi.
3) Pergunakan sangkar yg tidak mengecewakan besar
4) Sering dimandikan dengan cara yang baik
5) Sesering mungkin menjemurnya
6) Selalu menjaga kebersihan sangkarnya
7) Mengoleskan hand body tiap kwartal
Pengobatan yg dilakukan buat menghilangkan sisik nir hanya cukupsekali maupun 2 kali. Pengobatan yang baik dilakukan secara kontinyu/berulang-ulang.
Hambatan pengobatan ini terjadi dalam waktu menangkapnya *terutama bagi yang belum jinak tentunya* imbas menurut ditangkap itu sendiri merupakan burung dapat sebagai takut, enggan berkicau serta bulunya bisa rusak.
Untuk memudahkan penangkapan adalah waktu burung usai mandi.
Setelah ditangkap, sisik yang terdapat bisa diolesi minyak goreng yg hangat, pasta gigi atau bahkan balsem serta hand body lotion. Saat mengoleskannya, usahakan sambil diurut-urut. Ulangilah tiap hari, sehabis hari ke-4, bersihkan wilayah kaki tadi dengan air hangat *jangan lupa…!!! Lakukan menggunakan hati-hati dan tanpa wajib memaksa melepaskannya*.
Hambatan pengobatan ini terjadi dalam waktu menangkapnya *terutama bagi yang belum jinak tentunya* imbas menurut ditangkap itu sendiri merupakan burung dapat sebagai takut, enggan berkicau serta bulunya bisa rusak.
Untuk memudahkan penangkapan adalah waktu burung usai mandi.
Setelah ditangkap, sisik yang terdapat bisa diolesi minyak goreng yg hangat, pasta gigi atau bahkan balsem serta hand body lotion. Saat mengoleskannya, usahakan sambil diurut-urut. Ulangilah tiap hari, sehabis hari ke-4, bersihkan wilayah kaki tadi dengan air hangat *jangan lupa…!!! Lakukan menggunakan hati-hati dan tanpa wajib memaksa melepaskannya*.
0 Response to "PENYAKIT CUCAK RAWA DAN MENGATASINYA"
Post a Comment