TENTANG AYAM ARAB
January 09, 2019
Add Comment
Ayam arab merupakan ayam tipe petelur unggul sebab kemampuannya bertelur yg cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun menggunakan berat telur rata-rata 40 gr. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat sebagai akibatnya kadang banyak orang yg tidak mampu membedakan mana telur ayam arab serta mana telur ayam kampung.
Ayam arab sebagai produsen daging pula cukup baik, doc jantan yang dipelihara sekitar dua-tiga bulan dengan sentuhan pakan yg baik sudah bisa mencapai bobot tubuh antara 4-5 ons. Warna kulit yg agak kehitaman, menggunakan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung membangun daging ayam ini kurang disukai sang konsumen. Akan namun bagi sebagian peternak yg kreatif, ayam arab ini dikawin silang dengan ayam kampung. Dan apa hasilnya? Ya, ayam menggunakan postur kampung, kerabang telur sudah nir putih lagi dan daging yang sedikit lebih kentara daripada ayam arab asli.
Ayam arab gampang dikenali menurut warna bulunya. Ayam arab bisa dibedakan menjadi 2 jenis dari jenis bulunya yaitu jenis silver (berwarna putih mengkilap atau orang menyebutnya perak) serta jenis gold (merah). Untuk jenis silver, bulu sepanjang leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih serta bulu ekor lebih banyak didominasi hitam bercampur putih. Sedang jenggernya kecil dengan warna merah menyala serta mata hitam dengan dilingkari rona kuning.
Ciri lain ayam arab yaitu dalam saat umur satu ahad pejantan telah tumbuh jengger. Induk betina tidak memiliki sifat mengeram menggunakan usia produktif hingga umur 1,lima tahun. Dengan pengelolaan yang baik, ayam ini sanggup dipupuk sebagai asal penghasilan yang menguntungkan.
Sisi keunggulan ayam arab antara lain:
- Harga DOC yg berfluktuasi, kadang lebih tinggi/rendah dibandingkan ayam kampung biasa. Per Agustus 2008 harga doc tiga.500/ekor sudah divaksin mareks.
- Berat telur berkisar antara 35-42,lima gram
- Warna kerabang telur bervariasi yaitu putih, kekuningan serta putih kecoklatan
- Harga induk tergolong tinggi (pullet mencapai harga Rp 40.000/ekor)
- Konsumsi pakan (FCR) nisbi mini karena termasuk tipe kecil
- Daya seksualitas pejantan tinggi
- Ayam betina tidak memiliki sifat mengeram, sebagai akibatnya masa bertelurnya panjang
- Bisa dijadikan buat pemugaran genetik ayam buras
Adapun sisi kelemahan ayam arab antara lain:
- Wama kulit serta daging relatif kehitaman sebagai akibatnya harga jual masa dewasa dan afkirnya relatif rendah
- Sifat mengeram hampir tidak terdapat, sehingga butuh mesin tetas buat menetaskan telurnya atau memakai jasa ayam induk ayam kampung, enthok atau yang lainnya.
- Bobot tubuh afkir rendah yaitu sekitar 1 - 1,dua kg
Akan namun jikalau ditinjau menurut sisi keunggulannya maka sisi kelemahan akan nir ada ialah. Semoga dengan artikel ini mampu membantu bagi calon peternak, calon investor, serta yg sudah mempunyai peternakan ayam arab untuk lebih mengetahui ayam yg akan serta yg telah dipelihara.*(SPt)
dikutip menurut www.sentralternak.com.
0 Response to "TENTANG AYAM ARAB"
Post a Comment