2019 Belajar Dari Peternak Merpati Yang Pernah Jual Koleksi Senilai Rp 1 Miliar

kegemaran-ok.jpg
Pontianakpost.com
Bagaimana nir terpesona buat beternak merpati balap, kenyataan saja sepasang merpati bila seringkali menang pada lomba balap mampu laku hingga Rp 1 Miliar. Mungkin bagi orang awam ini hal yang sulit dipercaya, akan tetapi bagi penghobi atau peternak merpati balap ini hal yg telah sering didengar. Lalu siapa yang bisa menjual merpati balap seharga Rp 1 Miliar itu? Bagaimana caranya? Untuk itu pada artikel kali ini kita akan belajar sedikit beberapa tips merawat serta melatih merpati balap dari orang tadi. Berikut liputannya:
Baca juga: 
Kandungan Dan Manfaat Kacang Tanah Untuk Merpati
TIPS TERNAK DAN MERAWAT BURUNG MERPATI UNTUK PEMULA

Sebut saja Bahrul Ulum. Selain menjadi Kepala Desa Segoro Tambak, Sedati, Bahrul Ulum rajin melatih merpati balapnya. Dia selalu siap menghadapi event nasional balap merpati yg akan digelar pada Madura. Selain melatih merpati, momen itu dia jadikan menjadi ajang kumpul dengan rakyat. Himpun aspirasi sambil lakukan hobi, keliru satunya merupakan penghobi burung merpati balap.

Untuk dapat mempunyai merpati yang kampiun tentu nir lepas berdasarkan latihannya. Nah, buat melatih merpati balapnya, Bahrul wajib hijrah ke desa sebelah, Desa Tambak Cemandi. Sebab, pada sanalah ada lapangan luas yg cocok buat area latihan balap merpati. Selain itu, poly warga desa setempat dan desa sebelah yg berkumpul pada lapangan tadi. Mereka bercanda ria menikmati sore bersama merpati kesayangannya. Warung kopi yang berjajar pada sekeliling lapangan menciptakan mereka semakin betah. ”Di sini memang tempat kumpul orang berdasarkan desa-desa sekitar, lengkap dari anak-anak sampai orang tua,” jelas Bahrul.

Yang datang ke lapangan itu bukan hanya mereka yang ingin melatih merpati. Ada pula yg berolahraga sore juga sekadar duduk kalem buat menikmati angin sore. Momen itu dimanfaatkan benar sang Bahrul buat bertukar ilmu serta menjaring aspirasi. ”Begini ini, tiba-datang terdapat rakyat yang sharing masalahnya, kadang tentang usahanya, kadang mengenai aktivitas pada RT-nya,” jelas Bahrul sambil mengelus sayap merpati cokelatnya.

”Kalau enggak ke sini, enggak begitu akrab menggunakan rakyat sendiri, enggak memahami lebih jelasnya mereka sedang ingin apa,” tambah Bahrul. Sebab, di tempat itu nir ada kecanggungan lagi antara dia serta rakyat. Dengan begitu, komunikasi berjalan sangat baik. Tak sporadis pula, ada orang yg menawar merpati balapnya. Memang, dunia hobi sanggup membantu komunikasi lebih mengalir dengan lancer, karena sesama penghobi umumnya dianggap sahabat atau saudara serta tidak memandang jabatan.

Agar aksi merpatinya memukau sebagai akibatnya terdapat yg ingin membeli dengan harga tinggi, Bahrul butuh usaha keras. Selain itu, dibutuhkan ketekunan buat rutin melatih. Latihan pun harus dilakukan semenjak merpati masih usia muda (piyik). Dengan begitu, si merpati akan terbiasa terbang kencang dan menukik tajam dengan luar biasa. ”Kalau tak jarang dilatih, sayapnya akan semakin kokoh sebagai akibatnya terbangnya kencang,” jelas Kades yang terpilih pada2019 itu. Selain latihan rutin, perawatan merpati nir asal-asalan. Setiap pagi dia harus rutin membersihkan kaki merpati berdasarkan kotoran. Kalau perlu, ketua dan sayap merpati disemprot air biar lebih bersih dan mengkilap.

Dengan begitu, merpati juga terlihat lebih segar. Saat membersihkan, tak lupa dia memijat sayap merpati pelan-pelan. Itu bertujuan menyempurnakan posisi bulu. Kandang pun tidak luput dari pencucian supaya merpati nir gampang sakit. ”Kebersihan itu paling utama, biar performanya cantik terus,” kentara pria yg tinggal pada Desa Segoro Tambak tersebut. Setelah dibersihkan, merpati balapnya juga menerima perawatan spesifik. Ada jamu serta ramuan misteri yg membuat energi merpati terisi penuh. Pemberian nutrisi tadi beliau lakukan rutin pada saat tertentu. ”Kebersihan dan pijat itu perawatan luarnya, sedangkan jamu itu perawatan dalam,” terang laki-laki berperawakan tinggi-besar tersebut.

Perawatan itulah yg menciptakan merpati Bahrul kerap memenangi kompetisi. Baik yang diselenggarakan oleh Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) maupun yg diadakan lokal antarkomunitas.

Bahkan, ada merpati Bahrul yg terjual menggunakan nilai fantastis. Yakni, mencapai Rp 1 miliar. Harga tersebut didapat setelah merpati tadi sering memenangi kompetisi. Selain itu, memang fisik dan performa terbang merpati tersebut sangat mengagumkan. 

Kini Bahrul memiliki 38 merpati balap. Terdiri atas merpati yang telah siap buat lomba maupun yg sedang dibentuk buat lomba. Semua merpati itu dibeli menurut warga lebih kurang sejak usia dini. Biasanya, Bahrul membeli dengan melihat fisik merpati. Merpati-merpati Bahrul itu memiliki harga yg tidak sama. Harga merpati paling murah sekitar Rp 5 juta. Sedangkan yang paling mahal mampu mencapai puluhan juta rupiah. Kini Bahrul menyiapkan merpatinya buat lomba di Sumenep, Madura, dalam April mendatang.

Seperti itulah keterangan yang pada bisa dari seseorang penghobi merpati balap, Bahrul Ulum. Walaupun ada sedikit kekecewaan bagi para pembaca dalam bagian pemberian resep jamu yg dirahasiakan, akan tetapi kita relatif bersyukur atas kemurahan buat bercerita. Paling tidak menjadi motivasi buat terus meningkatkan kualitas merpati balap.

Sekian, semoga memberi manfaat. Salam pengobi merpati, sukses selalu.

Thanks for: Pontianakpost.com

0 Response to "2019 Belajar Dari Peternak Merpati Yang Pernah Jual Koleksi Senilai Rp 1 Miliar"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel