2019 Cara Lengkap Mengatasi Kucing Melahirkan
July 25, 2019
Add Comment
![]() |
| Sukakucing.com |
Setelah mengandung selama lebih kurang 2 bulan, kucing kesayangan kita akan menuju proses dan termin selanjutnya yang ditunggu-tunggu oleh para cat lovers sekalian, yaitu kucing akan melahirkan. Nah kita menjadi pemilik usahakan memahami cara buat menangani kucing yg akan melahirkan.
1. Tanda-pertanda serta Persiapan kelahiran Kucing
Ketika hingga dalam akhir periode masa kebuntingan (kehamilan) pada kucing, kita menjadi owner atau pemilik, wajib dapat menggunakan sigap buat mempersiapkan segala sesuatunya menjelang masa kelahiran.
Kucing yang akan melahirkan umumnya akan memperlihatkan pertanda-tanda (gejala) sebagai berikut :
1. Yang paling mudah dikenali merupakan Berisik
2. Menggaruk-garuk alas atau loka pembuangan kotoran.
3. Mencari loka tersembunyi buat melahirkan anaknya sekaligus supaya anak-anaknya kondusif berdasarkan kucing lain.
4. Nafsu makannya berkurang.
Jika kucing kita yang sedang hamil sudah menampakan tanda-tanda misalnya itu, usahakan kita wajib menaikkan pengawasan terhadap kucing tersebut. Cara yg paling mudah merupakan menggunakan memasukkan kucing tersebut ke pada kandang sehingga pengawasan dan penanganannya lebih gampang serta cepat.
Jika kucing kita yang sedang hamil sudah menampakan tanda-tanda misalnya itu, usahakan kita wajib menaikkan pengawasan terhadap kucing tersebut. Cara yg paling mudah merupakan menggunakan memasukkan kucing tersebut ke pada kandang sehingga pengawasan dan penanganannya lebih gampang serta cepat.
2. Persiapan sebelum partus (melahirkan) antara lain :
1. Sediakanlah sangkar/loka yg nyaman serta hangat
Fasilitas berupa box kardus yang relatif luas, kemudian diisi dengan handuk atau alas serta mungkin serpihan koran , maka hal ini telah bisa dikatakan cukup memadai. Lalu tempatkan ditempat yang hangat, higienis, tenang dan terawasi dengan baik. Jadwalkanlah kalo loka ini telah tersedia minimal 1-2 minggu sebelum waktunya melahirkan. Tempatkan kucing tadi dalam sangkar itu minimal 7-12 hari sebelum melahirkan. Supaya kucing terbiasa hingga beliau melahirkan.
2. Gunakan box litter yg nir gampang menggumpal.
Ada perkara dimana kadang kala kucing akan menentukan buat melahirkan anaknya pada kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat pada kotak litter sanggup menempel pada tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing umumnya nir mau membersihkan (menjilati) anaknya apabila tertutup pasir yg menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah serta tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.
3. Jauhkanlah berdasarkan kucing-kucing lain.
Jika anda sudah memiliki banyak kucing persia atau anggora yang lain, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing nir suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tadi sudah saling mengenal sejak lama . Insting keibuan dan perlindungan akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yg baru melahirkan akan pribadi menyerang kucing yang mendekatinya.
4. Siapkan persediaan kuliner yang relatif.
Siapkan persediaan kuliner serta minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada ketika melahirkan.
5. Cek dokter hewan terdekat.
Segera anda menyiapkan catatan alamat dan angka telepon beberapa klinik atau dokter fauna terdekat. Hubungi serta cari warta dokter fauna/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan jika terdapat masalah emergency.
6. Proses Persalinan Pada Kucing serta Pertolonganya
Tentunya catlovers akan berharap proses melahirkan pada kucing kesayangannya berjalan lancar.
Beberapa tips pada bawah ini mungkin bisa bermanfaat buat menangani kucing yang akan melahirkan agar anda nir merasa panik dan jua dapat meringankan beban waktu proses si induk kucing pada melahirkan anak-anaknya secara baik.
3. Persiapan Proses Kelahiran
2. Gunakan box litter yg nir gampang menggumpal.
Ada perkara dimana kadang kala kucing akan menentukan buat melahirkan anaknya pada kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat pada kotak litter sanggup menempel pada tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing umumnya nir mau membersihkan (menjilati) anaknya apabila tertutup pasir yg menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah serta tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.
3. Jauhkanlah berdasarkan kucing-kucing lain.
Jika anda sudah memiliki banyak kucing persia atau anggora yang lain, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing nir suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tadi sudah saling mengenal sejak lama . Insting keibuan dan perlindungan akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yg baru melahirkan akan pribadi menyerang kucing yang mendekatinya.
4. Siapkan persediaan kuliner yang relatif.
Siapkan persediaan kuliner serta minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada ketika melahirkan.
5. Cek dokter hewan terdekat.
Segera anda menyiapkan catatan alamat dan angka telepon beberapa klinik atau dokter fauna terdekat. Hubungi serta cari warta dokter fauna/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan jika terdapat masalah emergency.
6. Proses Persalinan Pada Kucing serta Pertolonganya
Tentunya catlovers akan berharap proses melahirkan pada kucing kesayangannya berjalan lancar.
Beberapa tips pada bawah ini mungkin bisa bermanfaat buat menangani kucing yang akan melahirkan agar anda nir merasa panik dan jua dapat meringankan beban waktu proses si induk kucing pada melahirkan anak-anaknya secara baik.
3. Persiapan Proses Kelahiran
Setelah memasuki usia kehamilan antara 65 - 70 hari (masa melahirkan), anda harus selalu memperhatikan kondisinya, lantaran sewaktu-ketika kucing akan melahirkan. Siapkan alat-alat ini dia.
- Gunting
- Benang
- Baskom
- Kapas
- Beberapa Lap Kering yang lembut (sediakan cukup banyak)
- Alcohol 70persen
Proses Kelahiran
Tahap Pertama
Bilamana tempo kucing telah sahih-benar akan lahir atau disebut juga masa kritis, akan ditandai menggunakan kegelisahan induk kucing yang semakin semakin tinggi.
- Gunting
- Benang
- Baskom
- Kapas
- Beberapa Lap Kering yang lembut (sediakan cukup banyak)
- Alcohol 70persen
Proses Kelahiran
Tahap Pertama
Bilamana tempo kucing telah sahih-benar akan lahir atau disebut juga masa kritis, akan ditandai menggunakan kegelisahan induk kucing yang semakin semakin tinggi.
Induk akan mengeong serta berjalan berputar-putar terus, sediakan tempat seperti kardus atau nampan yg lebar dan dialasi kain kemarau.
Tahap Kedua
Selanjutnya air ketuban akan pecah, membasahi bagian belakang (ekor paha belakang serta sekitarnya).
Tahap Kedua
Selanjutnya air ketuban akan pecah, membasahi bagian belakang (ekor paha belakang serta sekitarnya).
Bila telah terjadi peristiwa yg kaya gitu, biasanya lalu selanjutnya ,nir usang kemudian akan lahir anak kucing satu persatu.
Namun bila apabila selesainya satu atau dua jam pecahnya ketuban dan anak kucing tidak lahir-lahir usahakan kucing sesegera mungkin dibawa ke dokter hewan buat dibantu proses persalinannya, agar secepatnya dapat diambil tindakan medis apabila kucing perlu penanganan energi profesional.
Tahap Ketiga
Saat proses kelahiran anak pertama. Biarkan dan perhatikan kucing, apakah dia mau membersihkan selaput yg menyelimuti anaknya (umumnya induk yg pintar dan baik akan memakan plasenta dan menjilati selaput tadi dan merawat anaknya satu-persatu).
Tahap Ketiga
Saat proses kelahiran anak pertama. Biarkan dan perhatikan kucing, apakah dia mau membersihkan selaput yg menyelimuti anaknya (umumnya induk yg pintar dan baik akan memakan plasenta dan menjilati selaput tadi dan merawat anaknya satu-persatu).
Namun apabila tidak secepatnya ambil tindakan buat membersihkan selaput menggunakan kain kering lembut sampai sahih-benar kering menggunakan cara digosok-gosok. Jangan ragu melakukan hal ini sampai benar-benar kering, maksud berdasarkan menggosok merupakan merangsang anak kucing.
Serta pastikan hidung kucing nir tersumbat sang lendir, menggunakan cara disedot memakai pipet buat bisa bernafas sendiri.
Dan lalu memotong plasenta dengan gunting yang sudah direndam alkcohol sebelumnya (agar steril), lalu tali pusatnya ikat dengan benang kurang lebih 1 centimeter menurut perut anak kucing tersebut.
Selanjutnya letakkan bayi kucing tadi dalam nampan/kardus di samping induknya, apabila perlu beri lampu diatasnya agar hangat. Lalukanlah hal ini, hal yg sama pada anak kucing yg lainnya (saudaranya).
Biasanya anak/bayi2 kucing tersebut berurutan kelahirannya setiap beberapa menit, tetapi mampu juga lebih lama berdasarkan itu, dikarenakan induknya tidak melakukan tugasnya menggunakan sahih, atau mampu pula karena kelelahan atau hal-hal lainnya.
Tahap Keempat
Setelah seluruh bayinya lahir, bersihkan sisa-residu bekas melahirkan tadi hingga higienis dengan memakai pembersih lantai yang mengandung anti bakteri.
Tahap Keempat
Setelah seluruh bayinya lahir, bersihkan sisa-residu bekas melahirkan tadi hingga higienis dengan memakai pembersih lantai yang mengandung anti bakteri.
Umumnya induk kucing akan beristirahat sejenak sambil membersihkan tubuhnya, lalu dia akan memberikan susu pertama yang mengandung colostrum pada anak-anaknya.
Tahap Kelima
Lalu,kemudian anda bisa memberikan loka untuk kuliner dan minum pada dekatnya agar oleh induk tidak berlama-lama meninggalkan anaknya apabila ingin minum ataupun makan, sehingga induknya merasa kondusif dan nyaman pada melindungi anak-anaknya.
4. Masa Kritis Pada Bayi dan Induk Kucing Saat Melahirkan serta Setelah Melahirkan
Masa persalinan kucing merupakan masa yang bisa dibilang paling kritis bagi induk kucing dan anak-anaknya. Demikian pula masa sehabis proses persalinan tadi.
Oleh karenanya, kita harus benar-sahih faham dan siap untuk secepatnya membantu atau pun minta bantuan dokter fauna, apabila ada kelainan pada proses persalinan kucing kita. Sehingga proses persalinannya sanggup berjalan lancar serta induk kucing serta anaknya sanggup terselamatkan.
Dua proses kelahiran yang perlu bantuan dokter hewan adalah proses kelahiran cesar serta kelahiran sunsang.
1. Kelahiran Cesar .
Tahap Kelima
Lalu,kemudian anda bisa memberikan loka untuk kuliner dan minum pada dekatnya agar oleh induk tidak berlama-lama meninggalkan anaknya apabila ingin minum ataupun makan, sehingga induknya merasa kondusif dan nyaman pada melindungi anak-anaknya.
4. Masa Kritis Pada Bayi dan Induk Kucing Saat Melahirkan serta Setelah Melahirkan
Masa persalinan kucing merupakan masa yang bisa dibilang paling kritis bagi induk kucing dan anak-anaknya. Demikian pula masa sehabis proses persalinan tadi.
Oleh karenanya, kita harus benar-sahih faham dan siap untuk secepatnya membantu atau pun minta bantuan dokter fauna, apabila ada kelainan pada proses persalinan kucing kita. Sehingga proses persalinannya sanggup berjalan lancar serta induk kucing serta anaknya sanggup terselamatkan.
Dua proses kelahiran yang perlu bantuan dokter hewan adalah proses kelahiran cesar serta kelahiran sunsang.
1. Kelahiran Cesar .
Persalinan ata kelahiran seperti ini yg memerlukan donasi dokter fauna serta dilakukan melalui operasi cesar umumnya terjadi, apabila induk baru pertama kali melahirkan dalam usia yg masih terlalu belia (sebaiknya induk betina berumur diatas 1.5 tahun).
Hal ini terjadi karena organ seksual dan fisik belum berkembang sempurna, ataupun lantaran karena-sebab lainnya.
Tindakan cesar akan diambil sang dokter hewan, apabila setelah pecahnya ketuban sampai menggunakan dua-tiga jam anak kucing nir sanggup lahir, walaupun sudah diberi suntikan pemacu.
Tindakan Cesar diambil menggunakan mengutamakan keselamatan Induk Kucing, lantaran umunya peluang hayati anak-anaknya menjadi sangat rendah. Seandainya pun hidup, jua akan memiliki fisik yg sangat lemah.
2. Kelahiran Sungsang .
2. Kelahiran Sungsang .
Persalinan kelahiran sungsang pula perlu donasi dokter hewan. Tanda-pertanda kelahiran sungsang merupakan sehabis pecah ketuban anak kucing lahir kaki terlebih dulu.
Umumnya anak kucing tersebut tidak dapat keluar, lantaran kepalanya terjepit di saluran rahim induknya.
Ini juga biasa terjadi pada kelahiran pertama menurut induk kucing yang terlalu muda. Oleh karenanya harus dilakukan penarikan sang dokter fauna, agar anak tersebut sanggup keluar dan buat tindakan lain yang diperlukan.
Tindakan yang membutuhkan dokter hewan ini diambil buat membantu induk supaya sanggup melahirkan menggunakan proses yg alamiah. Juga yg tidak kalah pentingnya, agar kelahiran berikutnya bisa gampang. Umumnya anak yg lahir pertama tersebut taraf hidupnya rendah sekali atau bahkan telah meninggal.
Namun anak ke 2 serta selanjutnya bisa terselamatkan dan tingkat kesehatan serta hidupnya cukup tinggi, juga normal secara fisik.
Masa-masa kritis yang wajib perlu berfokus diwaspadai adalah masa kritis waktu proses persalinan dan masa kritis sehabis persalinan.
Masa Kritis Saat Proses Persalinan .
Saat proses persalinan merupakan saat dimana induk kucing berjuang antara hidup dan tewas, bagi dirinya juga anak-anaknya yg terdapat pada kandungannya.
Oleh karena itu kita wajib selalu memperhatikan kondisi kucing yang sedang bunting, supaya nir terlambat mengetahui waktu kucing tersebut sahih-sahih akan melahirkan.
Luangkanlah ketika, atau apabila memang nir dapat meluangkan ketika, pada waktu sudah memasuki usia kandungan 63 - 65 hari, dititipkan saja dalam dokter fauna (rawat inap). Sehingga kucing kesayangan kita dapat selamat dalam proses persalinannya.
Masa Kritis Setelah Proses Persalinan.
Masa kritis setelah proses persalinan terjadi pada induknya juga bayinya (anaknya). Berikut ini dijelaskan satu persatu.
Masa-masa kritis yang wajib perlu berfokus diwaspadai adalah masa kritis waktu proses persalinan dan masa kritis sehabis persalinan.
Masa Kritis Saat Proses Persalinan .
Saat proses persalinan merupakan saat dimana induk kucing berjuang antara hidup dan tewas, bagi dirinya juga anak-anaknya yg terdapat pada kandungannya.
Oleh karena itu kita wajib selalu memperhatikan kondisi kucing yang sedang bunting, supaya nir terlambat mengetahui waktu kucing tersebut sahih-sahih akan melahirkan.
Luangkanlah ketika, atau apabila memang nir dapat meluangkan ketika, pada waktu sudah memasuki usia kandungan 63 - 65 hari, dititipkan saja dalam dokter fauna (rawat inap). Sehingga kucing kesayangan kita dapat selamat dalam proses persalinannya.
Masa Kritis Setelah Proses Persalinan.
Masa kritis setelah proses persalinan terjadi pada induknya juga bayinya (anaknya). Berikut ini dijelaskan satu persatu.
Antara 1 sampai menggunakan 7 hari sesudah proses persalinan, baik normal maupun melalui tindakan medis merupakan masa kritis.
Setelah persalinan masih disebut masa kritis, karena bisa terjadi infeksi akibat operasi atau luka. Dan sanggup juga ternyata masih ada anak di dalam rahimnya yang telah tewas, namun tidak dapat keluar serta nir kita ketahui (umumnya kelahiran normal).
Kondisi tadi sangat berbahaya serta akan membunuh induk kucingnya, lantaran keracunan janin yang membusuk.
Salah satu cirinya merupakan kucing tidak mau makan serta minum, tidak mampu buang air besar serta kecil, lalu muntah-muntah.
Bila sesudah proses persalinan kucing pertanda indikasi-pertanda tadi, secepatnya kita harus bawa ke dokter hewan. Hal ini dikarenakan dalam hitungan jam dapat merenggut nyawa induk kucingnya.
Jika masa ini sudah terlewati, maka kita dapat bernafas lega, karena induk kucing kita akan baik-baik saja dan mulai memperbaiki kondisi tubuhnya, supaya air susunya mampu keluar banyak menggunakan poly makan serta minum.
Masa Kritis bagi Anak Kucing
Masa Kritis bagi Anak Kucing
Masa Kritis Pertama, adalah usia satu (1) sampai menggunakan tiga (3) hari.
Masa ini benar-benar kritis, lantaran anak kucing wajib dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingkungannya.
Selain itu beliau jua wajib mendapat zat yang bernama kolostrum pada saat hari pertama sesudah dilahirkan. Kolostrum ini merupakan susu pertama yang keluar berdasarkan induknya sampai dengan lima jam, yang mengandung zat-zat buat kekebalan tubuh anak-anaknya, sehingga nir gampang terkena penyakit.
Juga susu disaat-waktu berikutnya setiap dia perlukan sebagai asupan makan. Jika keliru satu ini nir berjalan sanggup dipastikan anak tersebut nir mampu bertahan hayati.
Masa Kritis Kedua, merupakan usia tiga (tiga) sampai empat belas (14) hari.
Masa Kritis Kedua, merupakan usia tiga (tiga) sampai empat belas (14) hari.
Bila masa kritis pertama terlewati menggunakan baik, selanjutnya adalah masa aturan alam, dimana yang kuat akan menang dan yang lemah akan tersingkir.
Maksud menurut masa ini, anak-anak kucing akan bersaing menerima susu induknya menggunakan persaingan yg sangat keras. Terkadang yang lemah akan sulit menerima susu.
Jika hal ini dibiarkan tanpa donasi kita buat yg lemah, maka yang lemah tersebut nir akan sanggup bertahan hayati.
Oleh karenanya, kita harus membantunya, dengan cara mencarikan puting susu induknya serta menjaga supaya beliau mampu menyusui. Atau bisa pula dengan memberi susu formula khusus kucing dengan cara disuapkan.
Sebagai pemeliharanya, kita wajib memperhatikan proses menyusui pada periode ini.
Nah demikianlah cara lengkap mengatasi kucing yang akan melahirkan sampai menggunakan melahirkan.
Nah demikianlah cara lengkap mengatasi kucing yang akan melahirkan sampai menggunakan melahirkan.

0 Response to "2019 Cara Lengkap Mengatasi Kucing Melahirkan"
Post a Comment